Pertanian dan Peternakan

Dari Memanfaatkan Lahan Kosong, Warga Binaan Dapat Penghasilan

Tuesday, 16 May 2023 14:09 WIB
Rutan Situbondo. (Foto@FB Rutan Kelas II Situbondo)

Radarsuara.com - Rutan Kelas II-B Situbondo memanfaatkan lahan kosong dengan mengembangkan tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, dan hasilnya bisa memberikan honor kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (napi-red) yang dilibatkan dalam budidaya.

Kepala Rutan Kelas II-B Situbondo Rudi Kristiawan mengatakan, pihaknya memanfaatkan lahan kosong yang cukup luas menjadi kebun sayuran sehingga bermanfaat.
 
"Rutan memaksimalkan lahan kosong untuk bertanam sayuran yang layak konsumsi. Kami pakai sistem tanaman hidroponik,” ujar Rudi.
 
Dalam mengembangkan tanaman hidroponik tersebut, pihaknya menggandeng kampus kenamaan asal Kota Santri Pancasila Situbondo, yakni Universitas Abdurrahman Shaleh (Unars) Situbondo.
 
"Kami sudah menjalin kesepakatan dengan Fakultas Pertanian Unars Situbondo,” ungkapnya.
 
Selain itu kata Rudi, pihaknya juga melibatkan para WBP dan narapidana dalam penanaman. Bahkan lanjut dia, dirinya memberi honor kepada WBP yang terlibat dalam perawatan tersebut.
 
"Jadi para WBP yang dilibatkan, kami beri upah, kami tetap profesional,” ungkapnya.
 
Dijelaskannya, program Hidroponik tersebut, bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada WBP agar ke depan mempunyai ilmu hidroponik dan hasil yang bisa digunakan sebagai insentif kesejahteraan WBP. 
 
“Tentunya ini untuk pengembangan bimbingan kerja agar lebih maju lagi. Program hidroponik ini bekerja sama dengan Rektor dan jajaran Universitas Abdurahman Saleh Situbondo,” tuturnya.
 
Dirinya menanam berbagai jenis sayuran sayuran seperti selada, seledri, pakcoy dan jenis sayuran lain di lahan yang dikelola untuk program hidroponik seluas 30 meter.
 
“Program hidroponik ini dikelola oleh 6 orang WBP. Sedangkan untuk pemasangan, perakitan, penyemaian bibit tanaman dan penyemprotan vitamin dipandu oleh Dosen Dosen Unars Situbondo,” tandasnya. 
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...