Pertanian dan Peternakan

Penggunaan Biosaka Mampu Hasilkan 10,9 Ton GKP per Hektare

Monday, 15 May 2023 16:06 WIB
Para petani ikut pelatihan membuat elisitor biosaka untuk tanaman padi. (Dok.Ngestiharjo.bantulkab.go.id)

Radarsuara.com - Untuk mendukung peningkatkan produktivitas pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul mewujudkan program pemerintah pusat dengan melatih sejumlah petani membuat elisitor biosaka untuk tanaman padi.

Pelatihan tersebut merupakan program Balai Besar PPMBTPH Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI dan digelar di Pendapa Kalurahan Potorono Banguntapan, Bantul.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengatakan penggunaan Biosaka untuk tanaman padi ternyata berhasil meningkatkan pruduk padi dan tanaman pangan lainnya.
 
"Manfaat elisitor biosaka untuk tanaman cukup signifikan, maka penggunaan Biosaka perlu dikembangkan," jelasnya.
 
Bahkan kata dia, penggunaan Biosaka di Bantul terbanyak telah tercatat masuk MURI Indonesia pada Maret 2023 di Imogiri. 
 
"Uji coba tanaman padi di Imogiri yang tidak menggunakan biosaka hasilnya hanya 9 ton gabah kering panen ( GKP) per hektare, sedangkan yang menggunakan biosaka bisa mencapai 10,9 ton GKP per hektare," paparnya.
 
"Untuk mencapai kedaulatan pangan, penggunaan biosaka akan diberlakukan di seluruh Bantul. Karena harganya murah pembuatan mudah," tutur Joko.
 
Bedasarkan data, Kabupaten Bantul memiliki luas lahan irigasi 14 ribu/ha, pencapaian produksi padi 200 ribu ton GKG per tahun, konsumsi beras untuk penduduk sekitar 1 juta membutuhkan produk padi sekitar 100 ribu ton GKP, sehingga di setiap tahun surplus padi 100 ribu ton GKP.  
 
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...