Pertanian dan Peternakan

Komoditas Perkebunan Indonesia Tidak Masuk EUDR

Monday, 15 May 2023 14:06 WIB
Deputi Bidang Agribisnis dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Musdhalifah Machmud. (IST)

Radarsuara.com - Dalam kegiatan Amsterdam Declarations Partnership (ADP) Meeting yang digelar di London belum lama ini, delegasi Indonesia menyampaikan usulan dukungan kegiatan 5in1 Developing Smallholders Palm Oil Sustainable.

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Agribisnis dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Musdhalifah Machmud, Senin 15 Mei 2023.
 
Dia menjelaskan, 5in1 yang diusulkan itu terdiri dari kegiatan peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan dan penerapan ISPO pekebun, dukungan sarana dan prasarana pendukung serta dukungan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
 
"Termasuk juga Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) sebagai bentuk komitmen dari pemerintah daerah dalam pengembangan perkebunan berkelanjutan," kata Musdhalifah.
 
Untuk merealisasikan hal itu, Musdhalifah pun mengajak seluruh stakeholders untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia meningkatkan perkebunan rakyat yang berkelanjutan agar sektor ini terus berkembang di pasar Eropa.
 
“Kami mengajak seluruh stakeholders untuk bersama-sama dan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perkebunan rakyat yang berkelanjutan,” ujarnya.
 
Musdhalifah mengungkapkan, komoditas sawit Indonesia telah memenuhi kegiatan produksi yang bersifat sustainable, terbukti dengan adanya sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). 
 
Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi legal aspek dari upaya pemerintah dan masyarakat produsen sawit Indonesia menerapkan pertanian berkelanjutan. 
 
Karenanya, dia berharap negara konsumen di Eropa memahami bahwa komoditas perkebunan Indonesia tidak termasuk dalam cut off date European Union Deforestation Regulation (EUDR). (UM)
 

Komentar

You must login to comment...