Selain dikenal sebagai kota kuliner, Kota Bogor juga memiliki potensi untuk menjadi kota teh. Pasalnya, dari sejarah, Kota Bogor memiliki kaitan erat dengan perjalanan teh di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Founder & Business Director Sila Tea House, Redha Taufik Ardias saat mendampingi Founder & President Director Sila Tea, Iriana Ekasari ketika memberikan paparan sejarah teh di Indonesia.
Seorang Petani Milenial Pemprov Jawa Barat angkatan 2022 itu menjelaskan bahwa dari sejarah, pertama kali teh ditanam untuk keperluan agribisnis itu di Kebun Raya Bogor.
"Pertama kali penelitian teh juga di Kota Bogor," katanya.
Dikutip dari laman Kebun Raya, Tanaman penghasil teh (Camellia sinensis) pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari Jepang.
Sila Tea House memiliki misi untuk mensejahterakan insan tani, pemetik, petani teh dan konsumen dan juga untuk menjaga kelestarian alam nusantara.
"Kami memiliki strategi, inovasi dan edupreneur. Makanya kita hadirkan rumah teh Indonesia galeri inovasi dan edukasi," katanya.
Saat ini Sila Tea House memiliki 50 racikan teh dari 20 kebun teh yang ada di Indonesia. "Jadi berdasarkan riset dan kurasi dari kebun teh se-Indonesia kita pilih yang terbaik kita hadirkan di sini, kita edukasi konsumen dan pelaku usaha di Bogor," katanya.
Menurut dia, tujuan utama mengedukasi, adalah para pengunjung bisa nge-teh di sini, juga bisa membeli produk teh nya langsung. "Nanti kita ajarkan cara meraciknya, kita jelaskan asal produknya, perjalanan tehnya dan sebagainya. Jadi mereka bisa dapat ilmu juga," ujarnya.
Sementara Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengaku, hal itu merupakan potensi sebagai peluang untuk terus memperkuat Bogor sebagai kota kuliner yang juga selalu menjadi kota tujuan wisata.
"Ya, ini satu potensi yang belum digali. Padahal sebetulnya ada sejarah di Bogor tentang teh," katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya akan coba terus bantu promosikan dan edukasi masyarakat, sehingga mampu mendatangkan kunjungan ke Kota Bogor.
"Jadi anak-anak muda bisa dilatih menjadi baristea-nya. Jadi mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita munculkan ini ke masyarakat," kata Sekda.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam