Para pekebun diberikan pemahaman untuk meminimalisir adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang bisa mengurangi kualitas kopi organik.
Kementan menilai bahwa kopi organik Indonesia semakin dilirik pasar global. Karena, kopi dengan cita rasa yang lebih murni dan alami itu sangat ramah lingkungan tanpa senyawa kimia berbahaya.
“Demi menjaga kualitas kopi organik, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan khususnya BBPPTP (Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan) Medan terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas kopi organik," ujar Kepala BBPPTP Medan, Parlin Robert Sitanggang, Sabtu 13 Mei 2023.
Dia menjelaskan, sebagai salah satu upaya pengembangan kawasan kopi organik di Provinsi Sumatera Utara telah dilakukan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pembuatan indukan MOL dari perakaran tanaman bambu.
Pelatihan kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Kegiatan Pengembangan Kawasan Desa Organik BBPPTP Medan itu, kata dia, mendapatkan apresiasi dan respon yang positif dari 12 orang petani kopi yang merupakan anggota Kelompok Tani Setia Tani dan delapan orang petugas Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan di Desa Pahae Aek Sagala Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Peserta pelatihan terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan dan berharap hasil pelatihan dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan kopi organik di desa mereka," tutur Parlin.
Di samping itu, upaya lain yang dilakukan pihaknya adalah memberikan pendampingan Good Agricultural Practices (GAP) Kopi di lapangan maupun pendampingan administratif tetap.
“Semoga semakin banyak lagi petani dan desa yang mengusahakan kebun kopi mereka menjadi kopi organik sehingga pertanian organik kopi di Provinsi Sumatera Utara dapat meningkat dari segi jumlah petani, produksi maupun kualitas produksi,” harap Parlin. (UM)