Alasan itulah yang mendorong Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) bersama sejumlah pegiat, praktisi dan stakeholder pangan nasional, berkolaborasi mendorong pengembangan komoditas pangan lokal, seperti sorgum untuk memperkuat keanekaragaman konsumsi pangan masyarakat.
"Salah satu sumber pangan alternatif pengganti nasi yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah sorgum. Komoditas ini memiliki kandungan gizi yang tinggi," ujar Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, Sabtu 13 Mei 2023.
Menurutnya, pembudidayaan sorgum dianggap sebagai tanaman masa depan yang sanggup tumbuh dan beradaptasi dalam rentang iklim yang luas, serta membutuhkan air yang relatif sedikit atau toleran terhadap kekeringan.
Kata Arief, ada dua aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam upaya memasyarakatkan sorgum sebagai pangan.
Pertama, sosialisasi dan pembiasaan masyarakat mengkonsumsi sorgum, berikutnya jaminan produksi atau ketersediaan produk.
"Hal paling mendasar adalah bagaimana masyarakat bisa menerima dan terbiasa mengkonsumsi sorgum. Setelah sorgum bisa menjadi sumber pangan yang konsisten di konsumsi, selanjutnya produksi dan pasokannya harus dijaga," jelasnya.
Lebih lanjut Arief mengatakan, selain sebagai sumber pangan, sorgum juga berpotensi menjadi sumber pakan ternak yang dapat mendukung penguatan sektor peternakan nasional.
Untuk memperkuat itu, Arief menyebutkan bahwa pihaknya akan membuat kajian dan skema pengembangan sorgum secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, Pengembang dan Pelaku Usaha Sorgum Diana Widiastuti mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah pengembangan dan budidaya tanaman sorgum di sejumlah wilayah, salah satunya di Papua.
"Di Papua saya memberdayakan masyarakat yang ada di distrik kampung untuk menanam sorgum. Alhamdulillah sekarang mereka bisa tanam dan bisa makan dari sorgum itu,” ujarnya.
Pihaknya mengaku siap mendukung upaya pemerintah mengembangkan sorgum sebagai sumber pangan dan bahan pakan. (UM)