Rata-rata, warga menaman berbagai jenis sayuran seperti Kangkung, Tomat, Terong, Secim, Bayam, Cabe, Pokcoy, Jagung, Talas, Kacang Panjang, Buncis dan sebagainya.
Ketua KWT Cempaka Juju Juhanan mengatakan, hal itu terwujud berkat sosialisasi yang terus dilakukan untuk membangkitkan gairah masyarakat untuk bertani.
"Ya, keinginan untuk bertani sudah mulai terbangun, banyak warga yang sudah menanam, bahkan kebutuhan sayuran untuk memasak tak lagi beli ke pasar, mereka memasak sayuran hasil dari penanaman di halaman rumahnya," kata Juju.
Untuk mensosialisasikan program bertani di pekarangan, tidak hanya dilakukan di dalam pertemuan KWT, tetapi juga disosialisasikan diberbagai kegiatan, mulai kegiatan pengajian hingga ke sekolahan TK, supaya anak-anak mengenal pengetahuan dasar menanam atau bertani.
Menurut Juju, seiring perkembangan jaman yang makin moderen, untuk bertani tak melulu harus memerlukan lahan yang luas dan bermodal besar, tetapi cukup memiliki kemauan untuk bertani.
"Masyarakat cukup punya kemauan saja, karena untuk ilmunya dibimbing oleh penyuluh dari dinas dan bibit juga kami kasih. Minimal mereka tak usah lagi belanja sayuran untuk masak," jelasnya.
Masih kata dia, bahwa keinginan warga untuk maju mendapat support full dari dinas, bahkan untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di berikan pelatihan mulai cara membuat produk, mengemas hingga memasarkan produknya.
Menurut dia, saat ini anggota KWT ada 30 orang dengan 3 Sub KWT. Namun seiring makin tingginya minat ibu-ibu untuk bertani, ke depan akan dibuat lagi Sub KWT di semua RT untuk mempermudah sosialisasi dan semua bisa bertani.
"Ya, warga yang ingin menanam kami bagi bibitnya, kemarin saja kami bagikan 200 pohon bibit cabai," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam