Pertanian dan Peternakan

Perlunya Mitigasi untuk Hadapi Musim Kemarau

Monday, 08 May 2023 12:08 WIB
Tanaman Padi dilanda ekeringan. (Dok.radiodakta)

Radarsuara.com - Musim kemarau 2023 mejadi ancaman serius bagi sektor pertanian. Krisis air, menjadi salah satu faktor yang akan memengaruhi masa tanam, pertumbuhan hingga panen.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan berbagai langkah antisipasi, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa pompa air dan sumur bor di lahan pertanian.
 
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim kemarau akan berlangsung selama 18 hingga 19 dasarian terjadi pada Juli - Agustus dan akan berakhir pada Oktober 2023.
 
Menurut dia, dengan kondisi itu maka akan berpengaruh pada pertanian, sehingga pihaknya perlu melakukan langkah-langkah antisipasi agar sektor pertanian tetap dapat berjalan.
 
"Untuk menangani krisis air pada musim kemarau, kami melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) memberikan bantuan berupa pompa air, sehingga membantu para petani," ujarnya.
 
Dijelaskannya, sumber dana bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Jadi, nanti akan diberikan bantuan berupa mesin pompa air sebanyak 53 unit kepada para petani," ungkap Damang.
 
Masih kata Danang, program untuk mengatasi kekeringan tak hanya itu, tetapi Pemkab Sleman juga akan membangun Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD), sehingga sektor pertanian terus berkembang.
 
Jadi kata Wabup, melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 nanti akan dibangun dua unit sumur dangkal kedalaman 30 meter dan 25 paket sumur ladang. 
 
"Jadi nanti ada 10 paket sumur ladang untuk komoditas hortikultura dan peternakan dan tiga unit sumur dangkal. Kami berharap dengan bantuan ini tidak terjadi puso pada tanaman pertanian," tandasnya. 
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...