Berdasarkan data, yang jadi sasaran penerima bantuan diantaranya Kecamatan Mojosari 14 poktan dengan luas sawah 473 hektare, Pungging 5 poktan dengan luas 170 hektare, Mojoanyar 6 poktan dengan luas 153 hektare.
Selanjutnya, di Kecamatan Sooko 4 Poktan dengan luas lahan 112 hektare, Ngoro 2 poktan 40 hektare, Bangsal 2 poktan 27 hektare dan Kecamatan Jatirejo 2 poktan dengan luasan 25 hektare.
Ikfina mengatakan, bantuan benih itu merupakan penanggulangan bencana banjir yang melanda lahan pertanian, dan itu sebagai komitmen untuk mengembangkan pertanian.
"Jadi komitmen kami, akan terus mengupayakan pertanian di Kabupaten Mojokerto terus berkembang, sehingga bisa berjaya,’’ ujar Bupati.
Dirinya menegaskan, sektor pertanian banyak yang harus ditata dan diperbaiki oleh Pemkab Mojokerto. Mulai dari persiapan bibit, persiapan lahan hingga perawatan termasuk masalah pupuk dan penanganan hama.
"Untuk bencana banjir nanti kita upayakan untuk mitigasi. Sehingga banjir tidak merendam area persawahan dan merugikan para petani,’’ ucapnya.
Untuk itu dirinya meminta koordinator PPL di setiap kecamatan untuk mengecek saluran irigasi yang berada di wilayahnya. Mengingat, saluran irigasi ini berperan penting untuk membawa dan mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian.
’’Hal terpenting, nanti dilakukan perbaikan irigasi, jadi betul-betul bisa meningkatkan perekonomian dan penghasilan masyarakat. Serta bisa menambah fasilitas dasar pembangunan khususnya di sektor pertanian,’’ tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam