Tercatat ada sebanyak 120 RT yang mendapatkan bantuan dana dari Pemkot Banjarbaru tersebut. Salah satunya adalah Pokmas Sejahtera Sungai ulin.
Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin mengatakan, program RT Mandiri merupakan program inisiatif yang dilaksanakan pihaknya. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di setiap RT di wilayah Banjarbaru.
"Jadi paling tidak, kita berharap produk-produk yang dihasilkan ini dapat memenuhi kebutuhan (ekonomi) masyarakat Banjarbaru dulu, itu yang paling utama," kata dia.
Pada program ini, Pokmas Sejahtera Sungai Ulin salah satu yang mendapatkan bantuan dari Pemkot Banjarbaru, berhasil memanen singkong mentega yang berlokasi di Kebun Singkong Jalan Seledri Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru.
Mereka, memanen singkong mentega sebanyak 30 Ton dalam enam bulan terakhir di lahan seluas dua hektare dengan harga jual Rp3.000 per kilogramnya.
Aditya meyakini keberhasilan yang dicapai Pokmas Sejahtera Ulin tersebut akan menular ke kelompok yang lain. Terlebih, program yang dilaksanakan itu juga menjadi upaya pihaknya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam mengendalikan inflasi yang saat ini terus diisukan bakal terjadi.
"Kita ingin berdikari kita swasembada kebutuhan di Banjarbaru sehingga inflasi-inflasi yang terjadi akhir-akhir ini dapat ditekan dengan progam yang dijalankan, termasuk RT Mandiri,” jelasnya.
Sekedar informasi, program RT Mandiri di Kota Banjarbaru telah berjalan sejak tahun 2022. Sepanjang itu, program tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dimana saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarbaru diklaim menjadi yang tertinggi di atas rata-rata kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dengan angka 7,39 persen. (UM)