Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Nurul Hasanudin mengatakan, sensus pertanian 2023 merupakan momentum peningkatan kualitas desain kebijakan strategis pembangunan pertanian nasional.
"Total petugas ada 9.841 orang, mereka disebar ke 33 kabupaten/kota di Sumut," ungkap Nurul.
Dari jumlah tersebut kata dia, petugas paling banyak di Langkat jumlahnya 813 orang, Simalungun 792 orang dan Deliserdang 724 orang.
Menurutnya, moda pendataan Sensus Pertanian 2023 adalah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) secara Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Lalu, Usaha Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL) secara CAPI, Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) dan Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI).
"Informasi strategis yang dihasilkan ST2023 yakni direktori pelaku usaha pertanian (by name by address), struktur demografi petani, lahan pertanian menurut penggunaan sampai level desa," jelasnya.
Kemudian lanjut Nurul, Geospasial statistik pertanian, volume dan nilai produksi komoditas pertanian, penggunaan teknologi modern pada usaha pertanian. "Selain itu juga data kelompok tani menurut desa (melalui hasil podes ST2023) dan indikator global," tuturnya.
Masih kata dia, data urban farming, petani milenial, dan perhutanan sosial hingga Dampak OPT dan dampak Perubahan Iklim (DPI) juga termasuk kategori pendataan.
Hal lainnya adalah penyuluhan dari aparat/pihak Dinas Pertanian. Keanggotaan dalam kelompok tani penggunaan pupuk dan pestisida, penggunaan bibit rekayasa genetika. Informasi bantuan yang diterima petani dan akses terhadap kredit serta asuransi.
"Dalam SR2923 ini memuat dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah. Adanya reformasi penyaluran subsidi pupuk perbaikan data targeting. Perbaikan tata kelola basis data pertanian," jelasnya.
Kategori pendataan lainnya adalah, pengendalian laju konversi lahan pertanian, khususnya sawah. Rekrutmen petani milenial untuk mendorong regenerasi petani, kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat petani hingga kawasan hutan melalui Program Perhutanan Sosial.
"Lalu, modernisasi mekanisasi sektor pertanian melalui adopsi modern dan digitalisasi pertanian (smart farming 4.0)," paparnya.
Dijelaskan Nurul, pada ST2023 ini, cakupannya subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Jasa Pertanian. Dirinya berharap masyarakat petani yang disebut dapat memberikan data mereka.
"Sensus ini sangat penting untuk keberlanjutan sektor pertanian, semoga masyarakat paham akan pendataan tersebut, dan kami minta masyarakat untuk menerima dan bersedia untuk didata," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam