Kacang buncis banyak ditanam para petani karena caranya yang tidak begitu sulit serta masa penanaman yang tidak memakan waktu lama.
Jika sudah memasuki masa berbuah, maka kacang buncis bisa dipanen lima atau tujuh hari sekali. Ini bisnis yang menjanjikan.
Bagi anda yang akan menanam kacang buncis, dapat memperhatikan cara serta langkah-langkah berikut;
1. Siapkan Lahan
Untuk menanam kacang buncis diperlukan tanah lempung ringan, gembur, mudah diolah, dan drainase yang baik. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak sebanyak dua kali sampai gembur.
Setelah itu, aplikasikan pupuk organik dan buat bedengan dengan lebar 2,4 x 3,0 cm. Sementara itu, panjang bedengan menyesuaikan tinggi dan kedalaman drainase.
2. Pilih Bibit Berkualitas
Untuk bibit agar dipilih yang memang berkualitas, karena kualitas bibit akan menentukan perkembangan yang bagus selama masa penanaman. Misalnya akan menghasilkan daya tahan tanaman serba buah yang bagus.
3. Penanaman
Buat lubang tanam dengan jarak antara tanaman sekitar 60 x 30 cm atau 70 x 25 cm. Setiap lubang tanam diisi dua sampai tiga biji. Setelah itu, tutup tipis lubang tanam dengan pupuk organik.
Setelah seminggu, biji akan berkecambah, lalu setelah memasuki dua minggu, pilih dan sisakan dua batang yang pertumbuhannya baik.
Ketika tanaman sudah memiliki tinggi 15 cm, pasang ajir dari bambu atau kayu kecil. Pada ujung ajir, pasang tali yang digunakan untuk menghubungkan satu ajir dengan ajir lainnya.
4. Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatan pembersihan lahan dari gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman buncis. Perawatan ini berguna menghindari persaingan antara gulma dan tanaman budidaya.
5. Pemupukan
Jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman buncis disesuaikan dengan jenis tanahnya. Jika menanam buncis pada tanah berpasir, berikan pupuk Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.
Sementara itu, pada jenis tanah lain, berikan Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 50 kg/ha. Sedangkan untuk tanah tandus, berikan pupuk kandang 10 ton/ha atau pupuk Urea 100 kg/ha, TSP 300 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.
Pupuk diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan, kemudian meletakkan pupuk pada lubang tersebut. Tutup lubang pemupukan agar pupuk tidak tercuci dan menguap.
6. Kendalikan Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit pada budi daya buncis bisa dengan pengendalian mekanik, biologi, atau kimia. Pengendalian kimiawi dilakukan saat serangan hama dan penyakit sudah melebihi ambang batas ekonomi.
7. Masa Panen
Tanaman buncis biasanya sudah bisa dipanen saat berumur dua hingga 2,5 bulan. Buncis bisa dipanen sebanyak empat sampai lima kali dalam satu kali tanam.
Masa panen Buncis bisa dilakukan selang waktu lima hingga tujuh hari sekali. Dan buncis biasanya dipanen ketika masih muda karena rasanya lebih enak dan tidak keras.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam