Pertanian dan Peternakan

Konsep PTPS Jawab Permasalahan Petani 

Wednesday, 03 May 2023 20:46 WIB
Petani menanam benih tanaman padi. (Dok.bibitbunga.com)

Radarsuara.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar berikan suport atas inovasi mengenai konsep Pola Tanam Padi Sehat (PTPS) dengan aplikasi Regenerative Soil yang dinilai sebagai jawaban dari permasalahan yang dihadapi petani.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kota Blitar Dian Lukitasari mengatakan bahwa petani saat ini menghadapi persoalan yang makin sulit.
 
Dia memaparkan, produktivitas tanaman mengalami penurunan, hama merajalela, petani juga makin susah mendapatkan pupuk, baik yang bersubsidi maupun non subsidi yang harganya makin tak terjangkau.
 
"Akar masalah pertanian kita ternyata tanah kita ini sakit. Beratus tahun dipakai namun tidak pernah ada upaya mengembalikan kesuburannya," jelas Dian.
 
Untuk itu tambah Dian, konsep PTPS adalah upaya pihaknya menggeser mindset petani untuk bersahabat dengan alam. 
 
"Jadi, pemakaian Regenerative Soil ini bentuk melunasi hutang kami kepada bumi, karena ketika kita berbuat baik kepada bumi, maka bumi akan memberikan hasil terbaiknya juga untuk kita," ungkapnya.
 
Hal tersebut juga disikapi positif oleh Sulton dari Kelompok Rukun Makmur dari Kelurahan Pakunden. Menurut dia,  Regenerative Soil menunjukan hasil yang baik.
 
Menurut Sulton, dengan menggunakan Regenerative Soil produktivitas padi naik menjadi 8 ton per hektare. Sedangkan saat memakai pupuk kimia, panennya hanya sekitar 6,5 ton per hektare.
 
"Saya tidak mempromosikan lho ya, karena ini buatan kami sendiri dan untuk kelompok kami sendiri. Tidak kami jual. Ini pun belum maksimal kami pakai ke semua tanaman," kata Sulton.
 
Dia mengaku dengan menggunakan pupuk organik dan menerapkan konsep PTPS banyak manfaat yang dihasilkan, selain berkurangnya biaya produksi juga menambah keuntungannya. 
 
Keuntungan lainnya dengan menerapkan konsep PTPS ini kualitas beras jadi lebih bagus. Sehingga membuat petani  percaya diri menjual hasil panennya, setelah di-packing dan langsung dijual ke user.
 
"Hasilnya sangat bagus, berasnya nggak gampang basi. Alhamdulillah ada yang ngajarin cara begini, jadi petani itu lebih sejahtera," pungkasnya. 
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...