Pertanian dan Peternakan

Regenerative Soil Jadi Solusi Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Harga Pupuk 

Wednesday, 03 May 2023 15:18 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pertanian. (Dok.jatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Petani Kota Blitar sekarang bisa bernapas lega. Pasalnya, mereka mendapatkan solusi dari kelangkaan dan mahalnya pupuk dengan hadirnya Regenerative Soil.

Regenerative Soil adalah nama pupuk organik hasil racikan komunitas Tani Remen Budoyo (TRB). Selain murah, proses pembuatannya cukup singkat sebab bisa jadi dalam satu jam dan langsung bisa diaplikasikan ke tanaman.
 
Ketua TRB Dhimas Driessen menuturkan, Ideologi TRB adalah bersedekah kepada tanah. "Ya, karena kita hidup di atas tanah, makan dari hasil tanah, dan mati akan kembali dalam tanah," ungkapnya.
 
TRB mengenalkan konsep Pola Tanam Padi Sehat (PTPS) dengan komitmen mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai 50 persen pada tanaman. 
 
"Konsep ini mengaplikasikan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah dengan mengembalikan unsur hara ke bumi," jelasnya.
 
Dijelaskannya, proses pembuatan pupuk organik tersebut hanya satu jam dan bisa langsung diaplikasikan ke tanaman. Teknik tersebut mematahkan teori bahwa pembuatan pupuk organik yang butuh waktu lama.
 
"Jadi, pupuk ini bikinnya hanya satu jam dan langsung bisa diaplikasikan ke tanaman. Tapi kami sudah menunjukkan fakta, karena pada dasarnya, partikel ketika menjadi sangat kecil akan mudah berhomogen," paparnya.
 
Menurutnya, bahan baku yang mendukung Regenerative Soil adalah dari kotoran hewan dan sampah organik. Namun, untuk kotoran hewan dengan pakan pabrikan membutuhkan treatment khusus untuk menghilangkan amoniaknya.
 
Masih kata dia, untuk kedua bahan dasar tadi dilengkapi dengan arang sekam yang menghasilkan karbon sebagai unsur mempersatukan, silika, garam yang berfungsi memecah unsur logam berat dalam bahan dasar.
 
Selanjutnya memakai kapur yang mengandung kalsium untuk menetralkan PH. Akan lebih maksimal jika ditambah dengan pecahan batu bata atau genting berbahan tanah liat.
 
Dhimas menambahkan, hasil tes laboratorium Regenerative Soil ini sebetulnya tidak masuk klasifikasi pupuk organik. Namun, masuk dalam kategori pembenahan tanah.
 
Sementara Ketua Kelompok Tani Setia Kawan 1, Endi mengatakan bahwa hal itu sudah terbukti, warna tanaman jadi segar dan panen padi untuk luasan 100 ru biasanya hanya dapat 9 kuintal. Tapi pakai Regenerative Soil ini naik di atas 1 ton semua.
 
"Daya tahan tanaman juga lebih bagus dan keuntungan lainnya, bisa memangkas biaya operasional sampai 50 persen," tandas dia. 
 
 
Penulis : Asep Supriyanto 
Editor.   : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...