Tahukan anda, ternyata penanaman sawi bisa dilakukan menggunakan sistem hidroponik maupun secara konvensional di area lahan yang luas seperti perkebunan. Bagi anda yang ingin mencoba menanam sawi, silakan ikuti 6 langkah berikut;
1. Siapkan Benih
Langkah pertama adalah, pilih benih berkualitas, sebab benih yang berkualitas akan menentukan hasil produk yang memuaskan.
2. Lahan
Tanaman sawi tidak menyukai lahan yang penuh genangan. Maka dari itu, perlu pengolahan lahan agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Lahan harus digemburkan agar struktur dan tekstur tanah sesuai dengan syarat tumbuh sawi. Selain itu, berikan juga pupuk dasar untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Selain pemupukan, Anda juga bisa melakukan pengapuran 2 hingga 4 minggu sebelum tanam apabila tanah tersebut terlalu asam.
Pengolahan lahan juga bertujuan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di lahan budidaya. Setelah tanah diolah, buatlah bedengan dan parit dengan ukuran menyesuaikan kondisi lahan.
3. Pembibitan
Benih sawi yang sudah dipilih, harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di bedengan budi daya. Pembibitan atau penyemaian bertujuan unutk mempersingkat penanaman di lahan.
Pembibitan dilakukan dengan cara menabur benih pada tray semai atau polybag kecil. Lakukan penyiraman secara rutin. Setelah penyemaian berumur 3-4 minggu, bibit sudah bisa dipindah tanam ke bedengan.
4. Penanaman
Cara menanam sawi diawali dengan membuat lubang tanam pada bedengan yang akan digunakan untuk menanam sawi.
Setelah itu, letakkan bibit sawi pada lubang tanam. Tutup lubang tanam dengan media tanam dan padatkan agar bibit sawi tumbuh dengan kokoh.
5. Perawatan
Untuk penyiraman tanaman sawi bisa dilakukan tergantung musim. Namun, saat musim kemarau tiba, pastikan untuk menyiram sawi secara rutin agar kebutuhan air terpenuhi.
Perawatan ini dilakukan dua minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang terlalu rapat. Selain penjarangan, penyulaman tanaman juga perlu dilakukan.
Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang mati atau tanaman dengan pertumbuhan kurang baik dengan tanaman baru yang lebih sehat.
Selanjutnya, berikan pupuk susulan setelah 3 minggu setelah tanam setiap seminggu sekali hingga menjelang panen, tujuannya untuk menjaga agar nutrisi tanaman tetap terjaga.
Langkah pemeliharaan yang terakhir yaitu pengendalian hama dan penyakit. Perawatan ini bisa dilakukan dengan mengendalikan secara mekanis, biologis, maupun kimiawi.
6. Panen
Sawi bisa dipanen saat berumur 70 hari setelah tanam, namun ada juga yang bisa dipanen saat berumur 40 hari setelah tanam. Ciri fisik sawi yang siap panen yaitu memiliki warna yang hijau, bentuk daun sudah lebar, dan ukurannya besar.
Penulis. : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam