Kebutuhan Hewan Kurban di Tanjungpinang Masih Andalkan Pasokan Luar Daerah
Tuesday, 02 May 2023 19:57 WIB
Ternak Sapi. (Dok.emindonesia.com)
Radarsuara.com - Peternak Sapi Tanjungpinang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan kurban pada momen Iduladha.
Kebutuhan hewan ternak di Tanjungpinang masih mengandalkan pasokan dari Jambi, Lampung dan Palembang dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu ternyata membebani peternak, sebab jarak pengiriman yang cukup jauh maka mengandung resiko yang cukup besar, selain itu biaya transportasi yang mahal.
Menyikapi persoalan itu, peternak sapi di Tanjungpinang meminta diskresi kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mengeluarkan kebijakan agar mampu menekan pembiayaan pengiriman sapi dari luar daerah.
Peternak sapi di Tanjungpinang, Thamrin mengatakan, persiapan sapi kurban untuk lebaran Iduladha 2023 masih menunggu diskresi dari pemerintah daerah.
"Kami belum berani mendatangkan sapi dari luar karena biayanya sangat mahal, misalnya dari NTT bayangkan aja 11 hari dalam perjalanan,” kata Thamrin
Dirinya menjelaskan, dengan durasi perjalanan yang memakan waktu lebih dari 10 hari itu membuat kondisi tubuh sapi menjadi kurus dan untuk memulihkannya membutuhkan waktu hingga dua bulan.
“Dari ratusan sapi yang didatangkan dari NTT, saya tak berani ambil resiko, karena sapinya sudah kurus,” jelas dia.
Diakui dia, stok sapi kurban yang ada sekarang masih belum mencukupi untuk persiapan Iduladha. Dari pengalaman tahun 2022, saat krisis sapi kurban banyak masyarakat di Tanjungpinang yang batal kurban.
“Tahun lalu itu, stok sapi kurban di kandang peternak minimal 80 ekor, sementara sekarang ada kandang peternak yang kosong, artinya sekarang jauh dari kata cukup,” tuturnya.
Penulis : Asep Supriyanto.
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023