Pertanian dan Peternakan

Produksi Gula Kristal Putih 2023 Ditargetkan 2,6 Juta Ton

Monday, 01 May 2023 10:15 WIB
Ilustrasi gula

Radarsuara.com - Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, produksi Gula Kristal Putih (GKP) pada 2022 mengalami kenaikan 2,34 persen dibanding produksi GKP 2021.

Mengapa bisa demikian? Ini disebabkan adanya peningkatan luas areal dan produktivitas. Jumlah tebu digiling meningkat 9,29 persen dan produktivitas meningkat 3,08 persen.
 
Pada 2022 produksi GKP sebanyak 2.405.907 ton yang diperoleh dari luas areal 488.982 hektare.
 
“Berdasarkan estimasi yang sudah disusun, Neraca Komoditi Gula 2023 diperkirakan angka produksi tahun 2023 sebesar 2,6 juta ton,” ujar Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Muhammad Rizal dikutip dari laman Ditjenbun, Senin 1 Mei 2023.
 
Menurutnya, perkiraan tersebut harus didorong dengan langkah taksasi awal giling ini yang harus sudah dapat ditetapkan angkanya sebagaimana yang sudah disepakati oleh seluruh Pabrik Gula (PG). 
 
Kata Rizal, sebanyak 59 PG akan melakukan penggilingan dengan rata-rata musim giling tahun 2023 pada Mei hingga Juni 2023, namun beberapa PG ada yang sudah melakukan giling sebelum Mei.
 
Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas dengan intens dalam Kegiatan Taksasi Produksi Gula Awal Giling.
 
Kegiatan itu, kata dia, dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang lengkap, akurat dan menyeluruh terkait produksi Gula Kristal Putih dari PG yang ada diseluruh Indonesia.
 
“Selanjutnya untuk memperoleh data produksi GKP mulai dari taksasi awal, tengah dan evaluasi produksi akhir giling dari masing-masing Perusahaan Gula BUMN maupun swasta, sebagai bahan penyusunan Neraca Komoditas Gula dan sebagai bahan pimpinan dalam pengambilan kebijakan tentang pergulaan nasional tahun 2023,” tambah Andi Nur.
 
Berdasarkan perkiraan iklim dari BMKG terlihat bahwa 2023 akan masih ada sisa dampak La Nina, gangguan iklim global akan netral, diprediksi musim kemarau akan netral atau sama dengan normalnya. 
 
Lebih lanjut Andi Nur menyampaikan, demi menghadapi tantangan tersebut, dapat dilakukan beberapa pencegahan melalui Early Warning, seperti langkah mitigasi dalam pengelolaan dan pengembangan Tebu Nasional, adaptasi pada penangan POPT dan Hama Penyakit Tanaman yang akan berpotensi muncul karena kondisi iklim yang relatif basah pada 3 tahun terakhir.
 
Andi Nur berharap kegiatan Taksasi Produksi Awal Giling 2023 ini dapat berjalan dengan lancar dan semua data terkait dengan produksi tebu dan gula dari masing-masing perusahaan dapat disampaikan kepada Ditjenbun untuk dapat dikompilasikan sehingga tersedia data yang jelas, menyeluruh dan akurat. (UM)

Komentar

You must login to comment...