Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, hal itu sebagai langkah dukungan atas kebijakan Presiden dan arahan Menko Perekonomian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Untuk mengembangkan pertanian sorgum, Dinas Pangan Dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta sudah menyediakan lahan di kawasan Desa Ciwareng Kecamatan Babakancikao.
"Lahan tersebut saat ini sudah ditanami sorgum. Harapannya sorgum ini menjadi pengganti gandum impor sebagai bahan dasar pembuatan tepung," katanya.
Menurut Bupati Anne, jika UMKM mampu mengembangkan sorgum, maka hasilnya akan menjanjikan. "Tentunya akan punya nilai ekonomis lebih," katanya.
Dijelaskannya, saat ini sorgum hanya dihargai Rp 3.000-3.500 per kilogram untuk kering panen. Sedangkan untuk batangan harganya di kisaran Rp 300-400 per kilogram.
"Kenapa murah, karena kurangnya teknologi penunjang. Selama ini, sorgum dijual begitu saja tanpa diolah lagi, bahkan jika susah dijual maka sorgum hasil tani ini hanya jadi pakan ternak," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya berencana akan berkolaborasi dengan Jurusan Teknologi Pangan Universitas Pasundan mengenai pengembangan produk dari sorgum.
Anne, juga menjelaskan, potensi sorgum di Purwakarta ini pun cukup baik. Ini karena iklim Purwakarta yang kering dan panas. "Jadi sangat cocok untuk menanam sorgum yang tak butuh banyak air," tandas dia. (AS)