Hal itu diungkapkan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman. Menurutnya, anggaran sebesar itu akan dijadikan beberapa kegiatan, karena lokasi kegiatannya berbeda-beda.
"Jadi, perbaikan irigasi ini tetap menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur tahun ini. Dengan irigasi yang apik, diharapkan bakal berdampak positif pada pertanian," kata Arif.
Dijelaskannya, kegiatan rehabilitasi saluran irigasi itu mendukung ketahanan pangan. Untuk itu, lanjutnya, tahun ini ada perbaikan dam, bendung dan saluran-saluran yang rusak sehingga tetap terjaga tingkat layanan irigasinya.
Arif menjabarkan secara rinci mengenai rencana perbaikan saluran irigasi tahun ini, totalnya ada enam paket pengerjaan fisik untuk rehabilitasi daerah irigasi dengan pagu anggaran Rp 3,76 miliar.
Enam kegiatan itu, lanjut Arif, di antaranya, rehabilitasi daerah irigasi di Desa Wonokusumo dengan pagu Rp 1,4 miliar, rehabilitasi saluran irigasi Desa Randubango, Kecamatan Mojosari Rp 87 juta, rehabilitasi saluran irigasi Dusun Belahan Rp 178 juta.
"Lalu, ada juga rehabilitasi daerah irigasi Sukoanyar 623 juta rupiah, rehabilitasi daerah irigasi Sumberkembar 624 juta rupiah, serta rehabilitasi daerah irigasi Tamansari dengan pagu 818 juta rupiah," tuturnya.
"Jadi, dari beberpa kegiatan ini, akan berdampak dan bermanfaat untuk mengairi luasan lahan pertanian seluas 1.216 hektare,’’ jelasnya.
Dia berharap, peningkatan dan rehabilitasi irigasi tersebut bisa berdampak terhadap hasil pertanian, dan meningkatnya roda perekonomian warga.
"Kami harap dengan penyediaan infrastruktur yang optimal maka nilai produktivitas pertanian meningkat sehingga berpengaruh terhadap meningkatnya PAD dan khususnya kesejahteraan petani," tandasnya. (AS)