Berdasarkan catatan tersebut, kopi mengalami peningkatan ekspor 8,7 persen, produk kertas 98,13 persen dan lemak kakao 23,9 persen.
Dalam pertemuannya bersama para buyer potensial asal Mesir di Hotel Helnan Palestine Alexandria, Mesir belum lama ini, Lutfi mengatakan jika peningkatan kopi sebagai komoditas unggulan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan pada perdagangan Indonesia-Mesir.
“Potensi ekonomi perdagangan Indonesia-Mesir masih dapat terus ditingkatkan. Pertemuan bisnis ini adalah salah satu upaya pembinaan buyer untuk bersama membuka peluang-peluang kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan dan saling melengkapi,” ujar Lutfi dikutip dari agrofarm, Rabu 25 April 2023.
Dia mengajak buyer potensial meningkatkan pembelian produk komoditas unggulan Indonesia seraya mencari peluang agar produk baru dapat dipasarkan di Alexandria dan sekitarnya.
Di samping itu, Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti S yang mendampingi Lutfi mengungkap bahwa ada juga beberapa produk yang mengalami penurunan ekspor, seperti cengkeh turun 34,54 persen, pala 31,43 persen dan bubuk kakao 42,56 persen.
Namun, Syahran menyebut angka perdagangan bilateral Indonesia-Mesir secara umum meningkat.
“Berdasarkan laporan CAPMAS, total perdagangan Indonesia-Mesir sebesar USD 2,176 miliar pada 2022. Ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD 1,666 miliar sementara ekspor Mesir ke Indonesia USD 510,20 juta. Artinya, Indonesia membukukan surplus USD 1,5551 miliar,” ungkapnya. (UM)