Pertanian dan Peternakan

Empat Pupuk Organik Ini Mampu Menyuburkan Tanaman 

Monday, 24 April 2023 13:05 WIB
Foto : Trubus.id

Radarsuara.com - Pupuk organik memiliki berbagai jenis dan varian. Bentuk pupuk organik ada yang berupa serbuk, cair maupun granul atau tablet. Perbedaan jenis pupuk organik berdasarkan bahan baku dan metode pembuatannya.

Sedangkan bahan baku pupuk organik ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran dari keduanya. 
 
Manfaat pupuk organik selain untuk menambah kesuburan tanaman juga menjaga ekosistem yang ada di dalam tanah.
 
Sejauh ini setidaknya ada empat jenis pupuk organik yang biasa digunakan para petani untuk membantu kesuburan tanaman, diantaranya.
 
1. Pupuk hijau
 
Jenis pupuk organik hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. 
 
Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.
 
Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah, petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau. 
 
Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan ke dalam tanah pada saat pengolahan lahan.
 
2. Pupuk Kandang
 
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau dan kambing. Secara umum pupuk kandang dibedakan berdasarkan kotoran hewan yang kencing dan tidak kencing. 
 
Sebagai contoh hewan yang kencing adalah sapi, kerbau, kambing, atau kelinci. Hewan yang tidak kencing kebanyakan dari jenis unggas seperti ayam, itik dan bebek.
 
Karateristik kotoran hewan yang kencing waktu penguraiannya relatif lebih lama, kandungan nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan kalium. 
 
Pupuk kandang jenis ini cocok digunakan pada tanaman yang diambil buah atau bijinya seperti mentimun, kacang-kacangan, dan tanaman buah. 
 
Sedangkan karakteristik kotoran hewan yang tidak kencing waktu penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi, namun kurang kaya fosfor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok diterapkan untuk tanaman sayur daun seperti selada, bayam dan kangkung.
 
Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang. 
 
Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan.
 
3. Pupuk kompos
 
Pupuk kompos adalah pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. 
 
Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur atau kapang. Sedangkan makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah. 
 
Dilihat dari proses pembuatannya, ada dua metode membuat pupuk kompos yaitu proses aerob (melibatkan udara) dan proses anaerob (tidak melibatkan udara).
 
4.. Pupuk hayati organik
 
Pupuk hayati merupakan pupuk yang terdiri dari organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. 
 
Dalam Peraturan Menteri Pertanian pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik melainkan sebagai pembenah tanah. Namun dalam penerapannya di lapangan seringkali dianggap sebagai pupuk organik.
 
Pupuk hayati bekerja tidak seperti pupuk organik biasa yang bisa langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menyediakan nutrisi untuk tanaman. 
 
Dan jenis pupuk ini secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. 
 
Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan secara berkelanjutan.
Karakteristik pupuk organik, seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. (AS)

Komentar

You must login to comment...