Pertanian dan Peternakan

Saat yang Tepat Bertanam Sistem Hidroponik 

Saturday, 22 April 2023 11:05 WIB
Istimewa

Radarsuara.com - Bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik banyak dipakai para petani saat ini. Sebab, metode ini banyak keunggulan. Selain caranya yang mudah, metode ini juga menghasilkan produk yang sehat.

 
Tahukan anda, ternyata ada tujuh cara tanam hidroponik yang telah dikembangkan di Indonesia. 
 
1. Sistem Sumbu
 
Sistem ini ada kemiripan fungsinya dengan sumbu lilin dan sistem ini memiliki pengaturan yang paling sederhana dari pada sistem lainnya. 
 
Nutrisi dipompa dari reservoir air, melalui string, ke media tumbuh yang memegang tanaman. Pendekatan ini adalah pilihan populer untuk tukang kebun rumah yang ingin mencoba hidroponik. 
 
Tapi itu tidak bagus untuk tanaman yang lebih besar karena tali tidak mampu menyediakan air yang cukup untuk mereka. Dan pengaturan atau penggunaan material yang salah dapat berakibat fatal bagi tanaman.
 
2. Sistem Rakit Apung
 
Sistem ini disebut dengan Metode Kratky, cara kerjanya, dengan menempatkan tanaman dalam pot di atas dudukan terapung agar akar berada di media tanam.
 
Ini mensirkulasi ulang air, mengurangi limbah, dan tidak mahal serta perawatannya sangat rendah.
 
Namun, metode ini juga tidak cocok untuk tanaman dengan ukuran yang besar, atau tanaman yang memiliki periode pertumbuhan yang lama karena harus cukup ringan untuk ditopang dengan baik oleh rakit apung.
 
3. Sistem Nutrient Film Technique (NFT)
 
Sistem ini digunakan di banyak pertanian vertical. NFT juga merupakan jenis yang paling umum digunakan di rumah, lab, dan pengaturan komersial. 
 
Cara Ini, bekerja dengan membiarkan aliran nutrisi terus menerus ke tanaman dan kembali ke reservoir menggunakan tabung yang sedikit menghadap ke bawah.
 
Desain ini memiliki dua keunggulan yaitu, tidak memerlukan timer karena pompa bekerja 24/7, yang merupakan satu hal yang kurang untuk diatur tetapi bisa menjadi masalah dalam pemadaman listrik. Dan itu menghilangkan kebutuhan akan media tanam.
 
Perawatannya sedikit lebih tinggi karena petani harus memperhatikan bahwa akar tanaman tidak tumbuh dengan cara yang menyumbat sistem. Dan mereka harus secara berkala memastikan pompa bekerja dengan baik, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup.
 
4. Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow)
 
Metode ini menggunakan pompa pada timer untuk mengatur nutrisi dari reservoir ke baki tumbuh. Nutrisi mengalir kembali ke reservoir setelah mereka benar-benar mencakup akar tanaman. 
 
Sistem ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani, dan secara efisien menggunakan air dan energi, tetapi membutuhkan media tanam yang cukup banyak.
 
Keunggulan sistem ini adalah persediaan oksigen yang diperlukan oleh tanaman berjumlah lebih banyak dan lebih baik karena sistem pasang surut tersebut.
 
Selain itu, kegiatan perawatan dan pemantauan lebih mudah karena tidak perlu melakukan penyiraman tanaman secara manual. Sebab menggunakan pompa listrik.
 
Sayangnya apabila listrik tiba-tiba mati, maka pompa jadi tidak berfungsi dan proses pasang surut untuk menutrisi tanaman tidak akan terjadi. 
 
Hal tersebut jelas berpengaruh pada akar tanaman dan hasil pertanian. Serta dikarenakan sistem perputaran nutrisi, maka kualitasnya akan berkurang setelah dipompa berkali-kali.
 
5. Sistem irigasi (drip system)
 
Sistem ini menggunakan pengatur waktu yang mengontrol kapan larutan nutrisi ditransfer melalui sekelompok garis tetes untuk memberikan tetesan air kecil bagi tanaman. 
 
Metode ini relatif murah dan memberikan lebih banyak kontrol atas jadwal. Tapi itu mungkin berlebihan untuk taman kecil di rumah dan bisa membuang banyak air.
 
Sistem ini menjamin kebersihan, sehingga tanaman akan bebas dari berbagai penyakit. Hal ini membuat hasil tanaman yang didapat juga lebih banyak dan memiliki kualitas yang lebih baik, yang kemudian sejalan dengan keuntungan penghasilan yang lebih besar.
 
Sistem ini memerlukan modal yang dibutuhkan untuk menyiapkan dan merawatnya cukup tinggi, selain itu diperlukan wawasan yang luas dan mendalam mengenai tanaman. Petani juga perlu merawat ladang dengan selalu dikontrol secara berkelanjutan.
 
6. Sistem Aeroponik
 
Aeroponik tampaknya menjadi salah satu pilihan hidroponik yang paling kompleks. Tanaman tersuspensi di udara, tidak membutuhkan media tumbuh. Dan pengatur waktu mengontrol sistem semprotan untuk sering mengirimkan nutrisi ke akar. 
 
Dengan demikian, akar terkena lebih banyak oksigen menggunakan sistem ini. Keunggulan sistem ini adalah tidak memerlukan lahan luas, dengan lahan yang sempit pun bisa dilakukan cara bercocok tanam hidroponik dengan metode aeroponik. 
 
Selain itu karena air dan nutrisi masuk bersama oksigen dalam jumlah banyak, hasil tanaman pun juga menjadi lebih bagus karena mengalami proses fotosintesis yang sempurna.
 
7. Akuaponik
 
Dalam aquaponik, ikan dan hewan air lainnya seperti siput, udang, dan udang karang serta tanaman digabungkan menjadi satu sistem simbiosis. 
 
Produk limbah yang dapat berbahaya bagi ikan dalam konsentrasi tinggi disaring keluar dari sistem oleh tanaman, yang menggunakannya untuk nutrisi mereka sendiri.
 
Budidaya akuaponik unik karena menggabungkan budidaya ikan dengan hidroponik, dan keduanya bekerja sama untuk menciptakan apa yang setidaknya berpotensi menjadi sistem yang lebih berkelanjutan di mana setiap elemen dapat bermanfaat bagi keseluruhan. (AS).

Komentar

You must login to comment...