Pertanian dan Peternakan

Perbanyak Penggunaan Benih Bermutu

Sunday, 16 April 2023 15:10 WIB
Logo BRIN. (Instagram @brin_indonesia)

Radarsuara.com - Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari menyebut bahwa ketersediaan benih varietas sesuai agroekologi secara tepat waktu dan mutu tinggi, menjadi faktor penting dalam sistem produksi dan upaya percepatan peningkatan produktivitas tanaman pangan.

Oleh karena itu, kata dia, perbanyakan benih komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, sorgum, gandum serta serealia lainnya, memerlukan dukungan strategi pengelolaan perbenihan yang tepat, efektif, dan efisien.
 
"Benih berperan penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi nasional. Benih dan varietas berkontribusi 50 persen terhadap produktivitas. Benih dianggap sebagai input esensial, tidak ada benih tidak ada tanaman," ungkap Puji dikutip dari laman BRIN, Sabtu 15 April 2023.
 
Sementara, Pusat Riset Tanaman Pangan (PRTP) BRIN mencatat, berdasarkan data terkini yang ada, penggunaan benih bermutu di Indonesia masih rendah. Tercatat penggunaan benih tanaman padi bersertifikat kurang dari 60 persen.
 
Perwakilan PRTP BRIN, Pepi Nur Susilawati mengatakan, mutu benih sebagai salah satu kunci kompetitif untuk mendukung penyediaan benih unggul bermutu nasional dan saat ini dalam industri perbenihan, diperlukan inovasi teknologi perbenihan yang mendukung proses sertifikasi sesuai kondisi agroekologi.
 
"Data jumlah produsen benih di Indonesia pada 2020 didominasi oleh produsen kecil yatu 78 persen, sedangkan produsen besar dan menengah masing-masing hanya 6 dan 16 persen. Untuk produsen besar 50 persen adalah swasta 19persen BUMN, 19 persen Dinas Pertanian Kabupaten dan 12 persen Dinas Pertanian Provinsi, " kata Pepi. 
 
Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM perbenihan belum optimal, karena Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga informasi dari provinsi ke provinsi lain sangat beragam. 
 
"Inilah yang menjadi sorotan Kelompok Riset Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan, kami memerlukan metode pengujian mutu benih yang aplikatif untuk pengawasan mutu benih," tegasnya.
 
Menurutnya, di Indonesia efisiensi perbenihan masih relatif rendah karena unsur subjektivitas dan waktu pengujian. (UM)

Komentar

You must login to comment...