Periset dari Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Sri Hartati menyampaikan, walaupun grafting ubi kayu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana, namun pertumbuhan, morfologi, sifat fisik pati dan hasil umbi ubi kayu belum banyak diteliti. Begitupun dengan mekanisme molekuler yang terjadi pada proses grafting sangat kompleks.
"Batang atau stek perlu diuji dan diseleksi daya hasil dan kestabilan genetiknya dengan marka genetik lainnya. Sehingga akan memperoleh bibit hasil perakitan kimera periklinal yang relatif stabil dan dapat diperbanyak secara vegetatif sebagai varietas baru," ujarnya dikutip dari laman BRIN, Jumat 14 April 2023.
Sri mengungkapkan, penelitian ini adalah hasil kerja sama dengan PT Maxindo Karya Anugerah untuk menguji daya hasil dan kestabilan genetik 23 jenis regneran ubi kayu hasil grafting.
Pengujian bibit ubi kayu hasil grafting itu, kata dia, dilaksanakan di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Dari penelitian ini, telah terseleksi sebanyak 11 klon ubi kayu regeneran hasil grafting yang memiliki daya hasil tinggi.
"Output yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah bibit ubi kayu terpilih hasil grafting yang selanjutnya dapat diperbanyak untuk pengembangan varietas unggul," kata Sri.
Seperti diketahui, ubi kayu termasuk komoditi hasil pertanian pangan kedua terbesar setelah padi yang produksinya semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Besarnya potensi ubi kayu juga didukung oleh pasar pati singkong global yang mencapai volume produksi lebih dari 8 Juta Ton pada 2018. Diproyeksikan akan melampaui 10 Juta ton pada 2024.
Pati singkong sendiri banyak digunakan di berbagai industri seperti makanan, minuman, bahan bakar, tekstil, pemanis, dan kertas. Pati singkong juga digunakan untuk aplikasi non-makanan seperti pembuatan obat-obatan, perekat, kertas, dan lain-lain.
Sri menyebut, tingginya kebutuhan bahan baku berupa pati maupun umbi segar perlu didukung dengan produktivitas tanaman yang tinggi, salah satu faktor yang menentukan adalah penggunaan bibit unggul.
"Mengingat pentingnya penyediaan bibit unggul untuk mendukung produktivitas ubi kayu maka pengembangan varietas ubi kayu unggul yang sesuai dengan kebutuhan industry menjadi keharusan," jelas Sri. (UM)