Pengembangan benih lokal siporang tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Balai Penyuluh Pertanian Batangtoru, kelompok tani binaan, serta para stakeholder.
Siporang adalah benih padi unggul asal Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah lolos sertifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan mendapatkan Sertikat Tanda Daftar Varietas Tanaman.
Community Development Manager PTAR Rohani Simbolon mengatakan, ke depan pihaknya menargetkan angka 5,6 hingga 5,8 ton/ha untuk sekali panen. "Jadi ke depan bisa dilakukan dua kali panen per tahun, dengan sistem organik ini,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, PTAR memberikan dukungan berupa sarana produksi tanaman, mulai dari pupuk kompos, pupuk cair untuk budidaya organik, pupuk dan pestisida kimia untuk budidaya konvensional.
Selain dikembangkan di Kelompok Tani Aek Pahu Desa Napa, PTAR juga merangkul Kelompok Tani Permata Hijau Desa Sipenggeng dengan metode konvensional.
Dijelaskannya, program tersebut merupakan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sektor pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga secara langsung juga dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara mengatakan, panen padi Siporang adalah momentum penting, karena secara endemik, benih Siporang tumbuh di area Sipirok yang memiliki ketinggian di atas 800 mdpl, sementara area Batangtoru merupakan dataran rendah.
“Artinya, benih Siporang ternyata bisa dibudidayakan tidak hanya di dataran tinggi. Ini membuka kemungkinan untuk pengembangan Siporang di daerah lain,” jelasnya. (AS)