Pertanian dan Peternakan

BRIN: Sektor Pertanian Menyumbang 11% PDB Negara di Asia Tenggara 

Monday, 10 April 2023 17:03 WIB
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari. (Dok.BRIN)

Radarsuara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, sektor pertanian dan pangan merupakan kunci perekonomian negara-negara di Asia Tenggara. Seperti halnya Indonesia dan Thailand yang memiliki isu sama di bidang pangan.

"Pertanian menyumbang 11 persen produk domestik bruto negara Asia Tenggara pada tahun 2020, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, "ujar Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Puji Lestari dikutip dari BRIN, Senin 10 April 2023.
 
Puji menuturkan, Indonesia dan Thailand memiliki keanekaragaman makanan tropis yang berperan penting terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
 
"Diperlukan strategi penelitian terhadap produk pangan lokal untuk meningkatkan nilai tambah," tutur Puji.
 
Karena itu, ORPP BRIN memiliki keinginan tinggi terhadap penelitian dan teknologi pangan di Indonesia dengan upaya inisiasi dan kolaborasi penelitian yang sedang dilakukan oleh PRTPP BRIN dengan Universitas Chulalongkorn, Thailand. 
 
"Semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini dan diharapkan ada kolaborasi lanjutan di masa mendatang terkait dengan penelitian dan inovasi di bidang pangan, " harap Puji.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Satriyo Krido Wahono menyebutkan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang besar memiliki sumber pangan yang tinggi. 
 
"Setidaknya terdapat 77 jenis sumber pangan karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 75 jenis protein, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, 110 jenis rempah dan jamu, serta 40 jenis bahan minuman," paparnya.
 
Sebagai salah satu pusat riset di bawah ORPP BRIN, PRTPP memiliki cakupan penelitian pada bahan makanan, proses dasar pangan, proses lanjutan, proses pengawetan, dan program pangan. 
 
"Selain memiliki peneliti yang ahli di bidang pangan, PRTPP juga memiliki penelitian di bidang teknologi proses yang tidak umum digunakan untuk pangan, namun digunakan untuk mengolah pangan," kata Satriyo. (UM)

Komentar

You must login to comment...