Dijelaskan Kuntoro bahwa panen raya disejumlah sentra sudah merata sehingga produksi padi tahun ini diperkirakan cukup baik.
"Kami terus bekerja dan siaga mengawal panen raya tahun ini. Ini membutuhkan dukungan dari lembaga dan pihak terkait agar penyerapan gabah optimal," katanya.
Agar harga gabah di tingkat petani tetap terjaga, dirinya meminta kolaborasi antar lembaga, kementerian maupun swasta, sama-sama melakukan penyerapan gabah petani dengan harga acuan yang telah ditetapkan.
"Semua pihak wajib waspada untuk kebutuhan stok dan untuk menyerap gabah serta menjaga harga di tingkat petani agar tetap stabil," ungkapnya.
Selain itu lanjut Kuntoro, pihaknya memiliki program jangka panjang, yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang berperan dalam penyerapan gabah petani di seluruh daerah.
"Namun peran Kostraling perlu mendapat dukungan dari lembaga dan pihak lain, supaya berjalan lancar demi kesejahteraan petani," tandasnya.
Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jas, Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan data harga gabah kering panen di tingkat petani pada Maret 2023 menurun sebesar 7,65 persen dan harga gabah kering giling turun 5,99 persen (secara bulanan).
Sedangkan secara tahunan, harga GKP meningkat sebesar 15,41 persen. Harga gabah kering giling atau GKG menurun sebesar 5,99 Persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan secara tahunan, harga GKG tercatat naik 13,10 persen
"Harga gabah turun sejak Februari 2023, seiring dengan datangnya periode panen raya," Pudji.
Harga beras di penggilingan pada Maret 2023 juga mulai turun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Harga beras di penggilingan tercatat turun 1,31 persen secara bulanan. Namun jika dilihat secara tahunan, BPS menunjukkan harga beras masih naik sebesar 19,06 persen. (AS)