Menurutnya, Dinas Pertanian Lampung harus melakukan sosialisasi program AUTP kepada para petani. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, banjir melanda lahan pertanian seluas 2.952 hektar (ha), dan 630,8 ha mengalami gagal panen.
Seperti diketahui, AUTP merupakan bentuk perlindungan kepada petani untuk mengatasi kerugian meskipun lahan pertanian mereka terancam gagal panen.
“AUTP ini akan terus kami sosialisasikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi peserta AUTP,” kata SYL dalam keterangan tertulisnya, Senin 3 April 2023.
SYL mengaku, pihaknya juga memberi dukungan bagi petani, dengan memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp 144.00 per ha per musim tanam (MT).
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, AUTP merupakan hal penting bagi petani, terutama dalam menghadapi musim hujan seperti saat ini.
"Premi yang dibayarkan oleh petani sangat terjangkau hanya 20 persen atau senilai Rp 36.000 per ha per MT dari besaran premi asuransi senilai Rp 180.000 per ha per MT," kata Ali Jamil.
Menurut dia, preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah. "Sangat sayang kalau petani tidak ikut. Padahal kalau gagal panen, petani bisa mengajukan klaim, dan uang cair sebesar Rp 6 juta per ha," jelasnya.
Dijelaskan Ali, petani dapat mengklaim asuransi apabila tingkat kerusakan sawah padi milik mereka sekitar 75 persen. Untuk gagal panen itu bisa dikarenakan hama, baik itu tikus atau wereng, serta musibah banjir maupun kekeringan.
Lahan sawah yang terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi terjadi di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang, dan Way Kanan. (AS)