Pertanian dan Peternakan

Komoditas Pertanian Terus Meningkat, Nilai Tukar Petani Naik 

Tuesday, 04 April 2023 17:04 WIB
Istimewa

Radarsuara.com - Berdasarkan hasil pendataan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian sejauh ini terus menjadi penyokong utama bagi kokohnya perekonomian Nasional. Hal itu yang menjadi Nilai Tukar Petani (NTP) naik.

Belum lama ini, BPS merilis kenaikan nilai tukar petani atau NTP pada subsektor perkebunan, peternakan, maupun subsektor hortikultura. Kenaikan itu ditopang dari komoditas perkebunan kelapa sawit, jagung, cabe rawit dan juga kopi. 
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, terus meningkatnya komoditas tersebut, sehingga mampu mendongkrak pasokan ke pasar domestik maupun luar negeri.
 
Menurut Pudji, NTP subsektor perkebunan pada Maret 2023 berada pada posisi tertinggi, yaitu 129,47 atau naik 1,94 persen. Lalu NTP subsektor hortikultura mencapai 113,16 atau naik 1,91 persen, serta peternakan 100,34 atau naik 0,58 persen. 
 
Puji menambahkan, untuk komoditas yang dominan dalam kenaikan subsektor perkebunan adalah kelapa sawit, kopi dan karet.
 
Seperti diketahui bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan ekspor produk perkebunan mencapai Rp 100 triliun pada 2023 ini. 
 
Untuk itu, pemerintah menyiapkan program kerja yang fokus pada pengembangan produk perkebunan melalui penguatan hilirisasi dan peranan industri baik skala kecil maupun besar.
 
Sedangkan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan tren kenaikan NTP merupakan bukti bahwa sektor pertanian tetap menjanjikan.
 
"Pada subsektor perkebunan, peternakan dan hortikultura, dimana ketiganya memiliki permintaan pasar domestik dan luar negeri yang cukup besar, selain masih terbuka pasar baru yang butuh supplai produk petani Indonesia," ungkapnya.
 
Dijelaskan Kuntoro, harga yang baik dan pasar yang menjanjikan harus terus dimanfaatkan. "Momentum ini sangat penting bagi  para petani kita dan pelaku bisnis pertanian," katanya.
 
Seperti diketahui, Nilai Tukar Usaha Petani atau NTUP pada bulan Maret 2023 juga mengalami kenaikan. Data BPS menyebut NTUP di bulan tersebut mencapai 111,18 atau naik 0,40 persen apabila dibandingkan Februari 2023 (MtoM). 
 
Kenaikan terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,53 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang hanya 0,12 persen. (AS)
 

Komentar

You must login to comment...