“Pemerintah sering mengeluarkan kebijakan dan program untuk mendorong pertanian berkelanjutan, termasuk melalui pemberian bantuan keuangan kepada petani, pengembangan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan peningkatan akses kepada informasi dan pelatihan bagi petani," katanya dikutip dari laman resmi UGM, Senin 3 April 2023.
Subejo berpendapat, bonus demografi di Indonesia yang telah terjadi sejak tahun 1990-an dan diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2030-an menjadi tantangan sekaligus peluang.
“Ketersediaan pangan yang cukup sangat penting untuk menjamin kesehatan dan gizi yang baik bagi masyarakat, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat," katanya.
Menurut Subejo, untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup di Indonesia diperlukan upaya-upaya yang terintegrasi, termasuk peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan agribisnis yang inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan akses kepada informasi dan teknologi pertanian bagi petani.
Di samping itu, lanjutnya, untuk memastikan penyediaan pangan yang cukup dan sehat bagi masyarakat diperlukan langkah-langkah terintegrasi untuk menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan daya dukung lahan pertanian.
“Di sinilah diperlukan kesadaran petani mengenai pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan yang menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian dan menjaga keberlangsungan usaha pertanian di masa yang akan datang," jelasnya.
Subejo menuturkan, petani umumnya bersikap realistis dalam mengadopsi teknologi pertanian karena mereka mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan usaha pertanian yang dijalankan.
“Sangat perlu upaya edukasi dan pelatihan yang tepat sasaran agar petani dapat memahami manfaat teknologi pertanian yang ramah lingkungan bagi keberlangsungan usaha mereka," terangnya.
Secara hakiki pertanian berkelanjutan dianggap penting karena untuk memenuhi kebutuhan makanan yang terus meningkat di tengah pertumbuhan penduduk yang cepat, serta untuk mengurangi dampak lingkungan yang negatif dari pertanian. Dengan demikian, pertanian berkelanjutan dapat membantu menjamin stabilitas pangan masa depan. (UM)