Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, DPKH Provinsi Riau, drh Faralinda Sari mengatakan, ratusan unggas yang mati dinyatakan positif flu burung, dan pemberian disinfektan itu untuk pencegahan penyebarannya.
Seperti diketahui, DPKH menemukan kasus flu burung di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar belum lama ini.
Pihaknya terus mewaspadai supaya kasus flu burung tidak menyebar ke 11 kota/kabupaten lainnya. Dia juga instruksikan seluruh petugas kesehatan hewan untuk segera melaporkan jika ada kematian unggas mendadak dan jumlahnya yang banyak.
"Petugas harus gerak cepat, melakukan pelaporan ke integrated Sistem Informasi Kesehatan Nasional atau ISikhnas," tegasnya.
Dia juga meminta masyarakat menjalankan biosekuriti di wilayah kandang, mulai dari pembatasan lalu lintas orang dari luar, menempatkan cairan desinfektan di wilayah masuk awal peternakan.
“Penggantian baju setiap masuk dan keluar kandang dan langsung dicuci, lakukan pembersihan kandang dan penyemprotan desinfektan berkala,” jelas dia.
Dirinya juga meminta, bagi masyarakat yang berbelanja ayam ke pasar agar menjaga kebersihan personal dengan cara mencuci baju yang digunakan dari pasar.
Namun, dirinya berpesan agar masyarakat jangan khawatir untuk mengkonsumsi ayam dan produknya, karena virus flu burung tidak menular melalui cara dikonsumsi.
“Virus Avian Influenza mati ketika dipanaskan pada suhu 80 derajat celcius selama minimal 2-10 menit. Selama produk unggas dimasak secara sempurna, tidak perlu khawatir tertular," tandas dia. (AS)