Dalam mengembangkan metode Hazton, para petani diberi pelatihan serta bantuan peralatan pertanian (Alsintan). Pengembangan padi metode Hazton telah dilakukan Poktan Mertanadi di area seluas 250 hektare.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, pengembangan metode Hazton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi.
Dia menjelaskan, metode tersebut mampu meningkatkan hasil panen. Dengan metode Hazton bisa menghasilkan 9 -10 ton per hektare yang sebelumnya hanya mampu 5 atau 6 ton per hektare.
Sementara Asisten II Pemkab Parimo, Lewis mengaku, pihaknya menyambut baik sejumlah program pengembangan UMKM termasuk bidang pangan.
Dia berharap agar program tersebut dapat direplikasi oleh Poktan lainnya di Parimo. Sebab dengan hasil nyata yang telah diraih maka kedepannya akan mampu memberi dampak yang signifikan bagi peningkatan hasil produksi.
Berdasarkan informasi, program budidaya padi metode Hazton jadi salah satu program pengendalian inflasi yang telah dilakukan BI di wilayah Sulteng.
Selain itu, juga dilakukan program pengembangan pada sejumlah komoditas penyumbang inflasi lainnya seperti pengembangan komoditas cabai merah di Kabupaten Poso dan program peternakan sapi komunal di Parimo. (AS)