Pertanian dan Peternakan

District Multi Stakeholder Forum Jadi Program Andalan Kementan

Monday, 27 March 2023 11:56 WIB
Kementan untuk mendorong generasi milenial menjadi petani pada kegiatan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Jawa Barat. (Dok.yesskementan)

Radarsuara.com - Salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong generasi milenial menjadi petani adalah membuat program District Multi Stakeholder Forum (DMSF).

DMSF merupakan salah satu program Youth Enterpreneurship and Support Services (YESS). Dimana Program YESS sendiri merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan IFAD, yang bertujuan untuk menggaet para milenial muda tertarik dan menggeluti bisnis usaha di bidang pertanian.
 
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu meyakinkan bahwa pertanian adalah bisnis yang menjanjikan. 
 
Berbagai program pun dilakukan untuk mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi saat ini. 
 
"Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan dari zaman, harus berani menjadi petani yang modern atau mendirikan start-up pertanian,” tegas Syahrul dikutip dari laman resmi yesskementan, Senin 27 Maret 2023.
 
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.
 
“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” katanya.
 
Hal tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti model bisnis yang telah disusun berupa pengembangan klaster agribisnis berbasis komoditas unggulan daerah dalam memudahkan pengorganisasian pendampingan dan pengembangan jejaring bisnis, 
 
DMSF bertujuan untuk sharing informasi dan capaian program dari masing-masing daerah, serta membangun komitmen antar pemangku kepentingan dalam sinergitas implementasi rencana aksi tahun 2023 antara anggaran Program YESS dengan APBD 2023. 
 
DMSF di Kabupaten Tasikmalaya dihadiri oleh Asda Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Tasikmalaya, PLUT Kab Tasikmalaya, BAPPELITBANGDA Kab. Tasikmalaya, Perwakilan HIPMI, serta DPM/DPA . (UM)

Komentar

You must login to comment...