Pertanian dan Peternakan

Ini Jenis Pupuk Organik Cair untuk Kesuburan Tanaman 

Saturday, 25 March 2023 17:04 WIB
Ilustrasi

Radarsuara.com - Untuk menopang kesuburan tanaman, saat ini sudah banyak digunakan pupuk organik cair. Bagi para pembaca, perlu dikenali bahwa terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. 

1 - Pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. 
 
Pupuk organik cair semacam itu karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
 
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap, sehingga tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. 
 
Penggunaannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada media tanam atau permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan bagian tanaman, seperti batang atau ke daun.
 
2 - Pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. 
 
Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil, bila dibiarkan tidak mengendap. Sehingga sifat dan karakteristiknya berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air.
 
Sifat dan karakteristik pupuk organik cair Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. 
 
Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
 
Jenis pupuk cair ini lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. 
 
Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
 
Tetapi perlu diperhatikan, bahwa pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. 
 
Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
 
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. 
 
Pada daun, meskipun hingg saat ini belum ditemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
 
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Dan untuk mendapatkan kandungan hara mikro maka bisa dipilah dari bahan baku pupuk. (AS)
 

Komentar

You must login to comment...