Pertanian dan Peternakan

Pemkab Bekasi Siapkan Skema Atasi Pesawahan Yang Terdampak Banjir   

Friday, 24 March 2023 12:03 WIB
Foto : Media Indonesia

Radarsuara.com - Untuk menjamin keberlangsungan para petani, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi meyiapkan skema untuk mengatasi persawahan yang terdampak banjir, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sub Koordinator Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo mengatakan, program jangka pendeknya, Dinas Pertanian mendistribusikan ratusan kilo gram bibit dan ribuan liter pupuk hayati cair (pengganti pupuk kimia) bagi para petani padi yang sawahnya terendam banjir.
 
"Pertama kami bagikan 100 kg bibit dan pupuk hayati cair, totalnya mencapai 53.315 liter untuk se-Kabupaten Bekasi dengan sumber bantuan dari APBD," ungkap Dodo beberapa waktu lalu.
 
Selain itu, Dinas Pertanian juga kini sedang melakukan update pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) oleh tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengenai jumlah petani terdampak yang akan menerima bantuan benih. 
 
"Data update ini akan diusulkan ke Kementerian. Nanti PPL di kecamatan, mengusulkan ke kita, itu jadi bahan kita untuk mengusulkan bantuan," paparnya.
 
Dijelaskannya, ada beberapa klasifikasi lahan pertanaman yang terkena banjir dengan luas yang berbeda-beda. Berdasarkan data lahan sawah yang sudah ditanami dengan usia rata-rata 1 sampai 100 hari setelah tanam luasnya sekitar berjumlah 8.560 hektare. 
 
Lalu, untuk lahan persemaian bibitan yang usianya 3-25 hari seluas 244 hektar, dengan konversi 1 hektar bibitan sama dengan 20 hektar pertanaman sawah.
 
"Jadi ada konversinya, kalau ada 244 hektar, jadi kalau 244 hektar itu konversinya ada sekitar 4.880 hektar pertanaman sawah," tutur Dodo.
 
Diakui dia, bahwa dalam pendataan juga akan dipilah lahan mana saja yang mengalami puso, gagal tanam atau gagal panen. Sebeb ada perbedaan antara jenis persemaian dan pertanaman, seperti waktu lamanya terendam banjir.
 
Kalau untuk persemaian terendam lebih dari 3 hari tertutup air itu pasti puso mati, karena tanamannya masih kecil. Tapi kalau pertanaman, tergenangnya 30 cm berarti daunnya masih bisa selamat.
 
"Itu bisa berfotosintesis, kemungkinan 50 sampai 70 persen masih bisa selamat, tapi kalau terendam lama walaupun usianya 30 hari daunnya tidak terlihat, itu sudah pasti gagal," tegasnya. (AS)

Komentar

You must login to comment...