Pertanian dan Peternakan

Khofifah Ajak Perguruan Tinggi Tingkatkan Nilai Tambah Sektor Pertanian

Wednesday, 22 March 2023 14:56 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Khofifah Indar Parawansa saat Musyawarah Wilayah Ke-VI Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).(Dok.Kominfo Jatim)

Radarsuara.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak perguruan tinggi swasta turut berperan aktif meningkatkan produk alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian. Hal itu diungkapkan Khofifah dalam kegiatan Musyawarah Wilayah Ke-VI Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, belum lama ini.

"Perguruan tinggi menjadi bagian strategis untuk bergerak berseiring dengan pemerintah mengatasi masalah dan tantangan yang ada saat ini, salah satunya peningkatan nilai tambah sektor pertanian," kata Khofifah. Dirinya berharap ada rekomendasi strategis yang dihasilkan sebagai buah pikir dari kalangan akademisi untuk menghadapi masalah peningkatan nilai tambah sektor pertanian di Jawa Timur.

Menurut dia, ada masalah yang sedang dihadapi petani dalam peningkatan produktivitas pertanian dengan menggunakan alsintan modern. Petani sulit dapat permodalan untuk membeli alat pertanian modern karena masih ada angsuran KUR.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Khofifah mengusulkan agar gabungan kelompok tani (gapoktan) di Jatim bisa mendapatkan kredit KUR sistem grace periode untuk pengadaan alsintan modern.

Menurut dia, alsintan modern sangat penting, karena proses memanen padi pakai harvester, maka bisa mengurangi losses sebesar 9-11 peresn. "Jadi, kalau produksi padi nasional total sebanyak 32 juta ton, berarti ada 10 persen yang bisa kita tambahkan,” ujarnya

Selain itu, kata Khofifah, mesin dryer (pengering) juga sangat penting untuk mengurangi kandungan air dan broken pada beras. "Sebab, jika pengeringannya bagus maka kandungan air pada beras rendah sehingga beras yang dihasilkan bisa berkualias premium," paparnya. (AS)

Komentar

You must login to comment...