Panen Perdana di Kabupaten Garut, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Benih Kentang
Sunday, 20 March 2022 17:26 WIB
Foto : Bupati Garut, H. Rudi Gunawan bersama rombongan dari Kementerian Pertanian melakukan panen perdana perbenihan kentang sekaligus meresmikan jalan usaha tani di di Desa Sukawargi.
Radarsuara.com - Panen kentang yang akan dijadikan benih ini merupakan hasil dari proyek Upland (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas) yang merupakan program pengembangan sistem pertanian terpadu melalui pemanfaatan lahan dataran tinggi, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kabupaten Garut menjadi salah satu dari 13 Kabupaten/Kota yang mendapatkan alokasi kegiatan proyek Upland yang focus mengembangkan sektor perbenihan kentang.
Seperti diketahui kebutuhan kentang baik untuk kentang sayur maupun kentang industri terus meningkat, peningkatan produksi kentang perlu didukung dengan ketersediaan benihnya. Benih merupakan sarana utama yang tidak dapat digantikan oleh sarana lain. Oleh sebab itu ketersediaan dan penggunaan benih bermutu merupakan suatu keharusan dalam upaya peningkatan produksi kentang.
Menurut Bupati Garut, H. Rudi Gunawan yang hadir pada kesempatan panen perdana tersebut, “Proyek Upland merupakan program yang sangat bagus, namun program ini perlu dukungan keseriusan Pemerintah Daerah. Proyek Upland tidak akan terjadi apabila keuangan Pemda Garut tidak baik. Tahun ini Pemda Garut mengalokasikan anggaran sebesar 26 Milyar untuk mendukung program Upland. Melalui proyek Upland ini, Kita membuat suatu kawasan terpadu dan berkelanjutan, serta melakukan budidaya dengan komoditas tertentu yaitu perbenihan kentang”. Ditetapkan pengembangan perbenihan kentang ini karena di kabupaten Garut khususnya di kecamatan Cikajang dan Cisurupan yang merupakan daerah dataran tinggi cocok untuk pengembangan sayuran dataran tinggi seperti kentang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beny Yoga menjelaskan, “Proyek Upland akan dilaksanakan sampai 5 tahun ke depan, dengan total kegiatan seluas 200 Ha untuk perbenihan kentang yang mencakup 4 desa yaitu Desa Margamulya, Simpang, Cikandang dan Sukawargi. Pada tahun ini baru dilaksanakan seluas 40 Ha dengan potensi produksi sebesar 20 – 25 ton per hektar, sehingga sampai dengan bulan April - Mei 2022 diperkirakan akan dapat menghasilkan calon benih kentang kurang lebih sebanyak 800 ton.
Beny menambahkan, “Terkait Perbenihan kentang, Beny menyampaikan tahun ini masih akan dibangun screen house untuk produksi benih kentang G1 sebanyak 3 unit, sebagai tambahan dari 1 unit yang sudah ada di Kecamatan Cisurupan. Saat ini dengan belum tersedianya screen house tersebut, penangkar benih kentang menanam benih kentang varietas Gronala dari kelas benih Go langsung ke lapangan menjadi benih kentang G2 yang tentunya hal ini secara ekonomi belum efisien.
Menurut Farakka Sari, sebagai penanggung jawab proyek Upland dari Ditjen PSP, “Proyek Upland merupakan program yang menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. “Program Upland tidak hanya mendukung kegiatan fisik atau infrastruktur saja, namun juga mendukung kegiatan non fisik seperti penguatan kelembagaan petani. Program Upland ini memiliki target untuk membentuk korporasi petani. Dengan mengembangkan benih kentang diharapkan visi Kabupaten Garut dapat tercapai sebagai salah satu produsen benih kentang di Indonesia”, tambah Farakka.
Pada panen perdana kentang ini hadir Kepala Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Barat Ibu Zakiyah beserta Pengawas Benih Tanaman (PBT), menyampaikan bahwa pada awal mulai berjalannya proyek upland telah mengajukan 4 gapoktan yang tersebar di kecamatan Cisurupan dan Cikajang untuk menjadi penangkar benih kentang, berkat pengawalan dari PBT Kabupaten Garut Bapak Undang dan kesungguhan dari petani untuk melengkapi persyaratan menjadi penangkar benih kentang, alhamdulilah saat ini di Kabupaten Garut telah berhasil menambah jumlah penangkar benih yang terdaftar di BPSB.
“Kami sudah melaksanakan penanaman benih kentang pada lahan seluas 40 Ha. Pada on farm, 95% bisa dikatakan berhasil. Pada awalnya hanya sebagian kecil saja dari Kami yang merupakan penangkar benih kentang. Namun dengan adanya pendampingan dari petugas BPSB, akhirnya petani yang terlibat dalam program Upland sudah mengerti dan menerapkan aturan-aturan perbenihan dengan baik”, tutup Teten pada acara Panen Perdana Kentang tersebut.
Pada kesempatan terpisah Direktur Perbenihan Hortikultura Dr. Inti Pertiwi Nashwari M.Si menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi pada Program Upland di kabupaten Garut yang focus mengembangkan perbenihan kentang, serta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang mendorong petani untuk mengikuti aturan perbenihan dalam proses produksi benih kentang ini. Dengan pengembangan kampung hortikultura yang saat ini sedang digalakan oleh Ditjen Hortikultura, dimana salah satunya yaitu pengembangan Kampung Kentang pada TA 2022 ini dialokasikan seluas 200 ha yang tersebar di seluruh Indonesia. Perbenihan kentang di Garut tentunya akan menghasilkan benih kentang bermutu yang dapat memenuhi kebutuhan benih kentang di dalam negeri.
Selanjutnya Beliau juga bangga dengan BPSB Provinsi Jawa Barat yang serius mengawal penumbuhan penangkar kentang dan mengawal sertifikasi benihnya, sehingga penangkar benih dapat menghasilkan benih kentang bermutu. Benih bermutu ini dicirikan dengan sifat unggul anatara lain yaitu produksi tinggi, mutu hasil baik, ketahaan terhadap hama dan penyakit atau efisiensi dalam usaha tani.
Benih merupakan kompenen utama dalam budidaya tanaman, kompenan lain seperti pupuk boleh tidak ada, budidaya masih bisa berlangsung. Namun tanpa benih keniscayaan kegiatan budidaya tentunya tidak dapat terlaksana. Mendapat laporan adanya pengembangan perbenihan kentang pada program Upland ini Dirjen Hortikultura Dr. Prihasto Setyanto MSc menyatakan jangan cukup puas dengan hasil yang diperoleh saat ini. Beliau mengharapkan terus ditingkatkan kapasitas produksi maupun mutunya dan mengharapkan tidak hanya menghasilkan benih kentang sayur, namun juga dapat memproduksi benih kentang olahan untuk memenuhi kebutuhan industri berbahan baku kentang yang selama ini benihnya masih impor.
Kontributor :
Wiwi Sutiwi
Valentina Theresia
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023