Rizal, Petani Milenial Asal Garut Sabet Penghargaan Satyalencana dari Presiden RI
Wednesday, 22 December 2021 20:15 WIB
Foto : Petani Milenial Asal Garut Sabet Penghargaan Satyalencana.
Radarsuara.com - Bangka Belitung, Puncak perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) digelar Senin (20/12/21) di lapangan kantor gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rizal Fahreza yang merupakan tokoh petani millennial dan juga aktor pengembangan sosial masyarakat, melalui Agro Edu Wisata Eptilu Kabupaten Garut Jawa Barat berhasil mendapatkan Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2021.
Rizal Fahreza juga menyampaikan pesan pada acara penghargaan tersebut, menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya serta merasa terhormat karena menerima penghargaan tersebut.
"Saya juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial dan berterima kasih telah memberikan kehormatan kepada saya atas penghargaan ini. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk lebih konsisten memperhatikan bidang sosial di Indonesia ," kata Rizal Fahreza dalam siaran pers yang diterima Pangan News
Pada acara ini juga hadir Menteri Sosial Ibu Risma, Kepada undangan dan hadirin, Mensos menyampaikan salam kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Dalam sambutannya, Mensos menyatakan, global warming membawa tantangan luar biasa. Setiap tahun, bencana terjadi di seluruh pelosok negeri dan membawa dampak merugikan bagi kehidupan masyarakat. "Kita bisa membantu mengurangi dan mengatasi dampak bencana bagi masyarakat dengan bergandeng tangan bersama-sama," kata Mensos pada acara tersebut, Senin (20/12).
Hadir dalam acara ini Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan jajaran, Wali Kota Pangkal Pinang Maulan Aklil dan jajaran, Forkompimda Kota Pangkal Pinang, perwakilan dari daerah, pejabat Eselon l dan II Kemensos, Staf Khusus Mensos, dan Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Sosial Pada kesempatan tersebut, Mensos juga menekankan, selain bencana alam, bencana non alam juga tidak kalah serius dampaknya.
Seperti pandemi Covid-19 yang hari ini masih melanda dunia. Menurut Mensos, pandemi Covid-19, sudah berlangsung hampir dua tahun, tak hanya merenggut ribuan nyawa, tapi juga memberi efek domino yang besar di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Khususnya sektor ekonomi yang terdampak pada pengurangan jam kerja, bahkan sampai kehilangan pekerjaan karena sejumlah perusahaan melakukan efisiensi untuk bertahan di tengah pandemi.
Namun, di balik pandemi, ia melihat betapa kuatnya kerja sama dan solidaritas masyarakat Indonesia, sehingga pandemi berhasil dikendalikan. "Semua eleman masyarakat bahu membahu, menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu, harta, bahkan nyawa, untuk menyelamatkan mereka yang terinfeksi Covid-19 dan mencegah penyebarannya. Juga membantu mereka yang terdampak secara ekonomi," katanya.
Jangan terkotak-kotak Kepada hadirin, Mensos juga meminta perhatian terhadap situasi global yang semakin kompetitif yang kini kita hadapi. Untuk memenangkan persaingan, kata kuncinya tetap sama, kita harus kembali memperkuat kebersamaan, persatuan dan kesetiakawanan.
Kemensos menutup puncak rangkaian HKSN 2021 di Bangka Belitung dengan menekankan nilai gotong royong dan solidaritas
(Maliki Saputra)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023