Tiga Strategi Ditjen PSP Kementan Percepat Serapan Anggaran di Lapangan
Thursday, 17 June 2021 18:06 WIB
Foto: Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Ali Jamil.
Radarsuara.com, Semarang - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat konsolidasidi Semarang untuk mengevaluasi implementasi program dan anggaran yang selama ini sudah berjalan.
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pemerintah daerah di Wilayah Barat atau Grup 1, di antaranya Provinsi Jawa Tengah, Papua, Papua Barat, Sumatera Barat, Riau, Aceh, Sumatera Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Bengkulu dan Kalimantan Utara, dengan protokol kesehatan yang tinggi.
Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa Ditjen PSP harus turut serta membangun sektor pertanian ke arah yang semakin maju, mandiri dan modern. Untuk meningkatkan produktivitas petani, salah stu aspek penting adalah prasarana dan sarana pertanian. Direktur Jenderal PSP Kementan, Ali Jamil memiliki beberapa strategi agar penyerapan anggaran di lapangan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Sesuai arahan Mentan SYL, Ali menarget pada Juni ini serapan anggaran sudah berada di atas 40 persen.
"Harusnya distribusi normal di atas 50 persen. Tetapi mudah-mudahan di atas 50 persen. Strategi yang kami lakukan pertama, pasti untuk pengawalan serapan anggaran ini saya lakukan setiap Minggu. Setiap Senin saya minta laporan seluruh eselon dua, saya rapatkan," kata Ali.
Selanjutnya, setelah mendapat laporan dirapatkan ia akan membedah kinerja seluruh direktorat yang ada di PSP. "Kami punya enam dengan sesdit. Kami sudah kupas dan kami lakukan beberapa kali untuk interaksi semuanya, di mana titik-titik kritisnya dan di mana simpul-simpul kritisnya. Kita lakukan percepatan terhadap hal itu," ujar dia.
Prinsip yang dikedepankan menurut Ali adalah cepat, cermat dan akurat atau CCA. Ia berharap meski ada percepatan penyerapan anggaran, namun tetap bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi. "Itu menjadi strategi kedua. Ketiga, membuat lagi tim pengawalan di lapangan yang semua direktorat harus turun supaya kegiatannya menjemput bola, mencari solusi persoalan di lapangan. Itu kita cari solusinya," papar Ali.
Sementara prioritas kegiatan saat ini berada pada Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Alsintan, Direktorat PPL (Perluasan Pertanian Lahan) dan Irigasi Pertanian dan Pembiayaan. "Dari segi itu tentu semua menjadi prioritas, karena semua anggaran yang ada ini dipantau dan ini semua dipastikan bisa bergerak cepat, cermat dan akurat. Jika menyangkut dengan program Dirjen PSP di lapangan, itu tentu menurut kami adalah Food Estate. Food Estate ini karena program super prioritasnya dari Bapak Presiden yang diteruskan kepada Bapak Menteri Pertanian," tutur Ali.
Untuk fungsi pengawalan dan pengawasan di lapangan, Ali menegaskan sudah membagi tim sesuai kebutuhan kinerja di lapangan. "Jadi artinya, semua pekerjaan di lapangan yang langsung ditangani oleh PSP kita sudah menugaskan personel-personel dan bahkan kita data di lapangan dan dia tidak boleh keluar dari lapangan sebelum kerjaan itu selesai," tegasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar peran di lapangan seperti koordinasi lintas stakeholder berjalan dengan baik. "Harapannya agar pekerjaan kita bisa selesai on time," tutupnya.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023