Pertanian dan Peternakan

Jadi Agen Perubahan, Inilah Kiprah Penyuluh Pertanian di Sukabumi

Wednesday, 21 April 2021 11:23 WIB
Foto: Penyuluh, garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

Radarsuara.com, Sukabumi - Peran penyuluh dalam sektor pertanian tidak kecil. Peran penyuluh turut menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Oleh sebab itu, penyuluh selalu dikatakan sebagai garda terdepan pembangunan pertanian. Pentingnya peran penyuluh ini juga diperlihakan penyuluh di Sukabumi, Jawa Barat. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peran penyuluh sangat penting untuk pertanian. 

"Penyuluh harus mendampingi petani. Agar produksi pertanian dapat tetap terjaga. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya. 

Mentan SYL juga menyampaikan, tanggung jawab penyuluh bukan hanya sekedar pertanian menjadi maju, akan tetapi pertanian harus menggunakan cara-cara baru untuk bisa menghadirkan efektivitas atau kemampuan yang lebih banyak lagi.  

"Pertanian bukan hanya menumbuhkan tanaman tapi menghadirkan hati, pikiran dan gerakan agar hidup bisa lebih baik dan yang pasti pertanian bisa selalu hadir di tengah masyarakat serta massif gerakannya," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa. 

"Penyuluh harus memberikan kemampuan dalam memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan. Mereka harus memastikan produksi tetap berlangsung. Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," katanya. 

Penyuluh merupakan sosok yang sangat dekat dengan petani karena terjun langsung mendampingi petani dan masyarakat sehingga akan lebih mengetahui kondisi di lapangan yang sebenarnya. 

"Tak hanya itu, penyuluh juga berperan sebagai perantara dan penghubung informasi untuk petani maupun dari petani lalu disampaikan," ujar Dedi lagi.

Kiprah penyuluh ini bisa dilihat dari aktivitas yang dilakukan Diat Sujatman, penyuluh pertanian yang kini menjadi koordinator BPP Sukabumi. Diat adalah satu dari banyaknya penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani. 

“Berani membuat perubahan ke arah yang lebih baik adalah motto yang selalu saya pegang dalam menjalani keseharian sebagai penyuluh pertanian," tutur Diat. 

Telah banyak kesuksesan yang ditorehkan oleh pria kelahiran 1974 ini, salah satunya adalah menjadikan BPP Sukalarang  yang ia pimpin sebelumnya menjadi kawasan agroeduwisata pada tahun 2014. 

“Saya berharap agroeduwisata  dapat menjadi media  pembelajaran pertanian bagi anak-anak usia sekolah sehingga memunculkan kecintaan sejak usia dini,” jelas Diat. 

Ia pun menjadikan BPP sebagai saung Konsultasi petani yang berfungsi sebagai tempat/sarana konsultasi, dialog, diskusi pertukaran opini secara partisipatif  antara penyelenggara layanan publik dengan publik. 

“Saung Konsultasi juga berfungsi untuk pertemuan berbagai kalangan masyarakat terutama petani. Banyak ide/gagasan bahkan kesepakatan besar dengan para pelaku utama di bidang pertanian,” tambahnya. 

Perannya dalam melakukan pendampingan terhadap Poktan/Gapoktan tak perlu diragukan lagi. Salah satu Poktan yang sukses ia damping adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanasari  yang memiliki memiliki kebun agroeduwisata ‘Maya Wortel’. 

Selain memasarkan produk-produk hasil panen anggotanya secara langsung dengan memasok 13 jenis sayuran segar ke  Rumah Sakit R. Syamsudin SH Sukabumi, serta Asosiasi Pasar Tani Kabupaten Sukabumi, KWT ini juga telah terdaftar pada situs pemasaran online yakni terminalsayur.com.

Sukses memimpin BPP Sukalarang, kini ia dipercaya untuk memimpin BPP Sukabumi yang juga menjadi salah satu BDSP program YESS. Bukan Diat namanya kalau tidak mencoba mengikuti segala perkembangan yang ada. 

Bekerjasama dengan  penyuluh pertanian BPP Sukabumi dengan Widyaiswara Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Widyaiswara BBPKH Cinagara Bogor, kini ia mengelola Podcast Pertanian dan Teknologi dengan nama Colenak (Celoteh Edukasi Peternak dan Ngopi Manis/Ngobrol Bareng Petani Masalah Agribisnis). 

“Kami penyuluh tak ingin tertinggal informasi. Saat ini sedang booming Podcast, kami juga ingin masyarakat baik itu petani, penyuluh, mahasiswa, pelajar, pegawai bahkan ibu rumah tangga mendapatkan informasi, berita, ilmu pengetahuan dan sharing ilmu pengetahuan melalui Podcast. Kita jangan tertinggal informasi, pertanian akan maju bila penyuluh dan petaninya maju. Bagaimana generasi muda akan tertarik pada sektor pertanian bila sektor pertanian tidak mengikuti perkembangan yang ada.  Kita dekatkan generasi muda melalui berbagai cara salah satunya Podcast ini,” ungkap Diat optimis.

 

Komentar

You must login to comment...