Pertanian dan Peternakan

Politeknik Dan SMK Pertanian Siap Lahirkan Qualified Job Seeker dan Qualified Job Creator

Saturday, 27 March 2021 22:05 WIB
Foto: Rapat koordinasi pimpinan lingkup pendidikan pertanian, Serpong.

Radarsuara.com, Serpong - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mendorong sumberdaya manusia (SDM) pertanian untuk bergerak sebagai pioner yang akan membangun dan mengembangkan pertanian modern hingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

SYL mengungkapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) terus berusaha untuk meningkatkan kuaitas SDM khususnya generasi muda pertanian salah satunya melalui pendidikan vokasi.  

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) serta Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) merupakan upaya nyata sebagai penggerak peningkatan kualitas SDM Pertanian.

Mentan SYL juga mengatakan pertanian Indonesia sangat terbuka bagi para generasi muda  yang didukung oleh alam dengan tanah subur, masyarakat yang membutuhkan pangan namun kekurangan SDM yang dapat mengelola sektor pertanian sehingga peluang ini harus dimanfaatkan utamanya generasi muda khususnya peserta didik Pendidikan vokasi pertanian baik Polbangtan, PEPI maupun SMKPPN.

"Dibanding negara-negara lain, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik. Kondisi geografis Indonesia sangat menguntungkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara sejahtera lewat pengembangan pertanian," ungkap Mentan SYL.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) meminta seluruh pelaksana Pendidikan vokasi lingkup Kementan mulai dari Direktur, Wakil Direktur, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Dosen, Guru hingga tenaga pendidikan lainnya hingga untuk serius melaksanakan tupoksi pendidikan vokasi pertanian yakni mewujudkan alumni qualified job creator serta  qualified job seeker yang akan bermitra dengan dunia usaha/dunia industri/dunia kerja serta lembaga terkait.

Saat membuka rapat koordinasi pimpinan lingkup Pendidikan pertanian yang dilaksanakan di Serpong  (26/3), Dedi menjelaskan penguatan pendidikan vokasi pertanian dilakukan melalui dua cara yakni regenerasi dan penumbuhan minat generasi muda pertanian serta penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kompetensi.

“Petani serta wirausaha muda pertanian  diharapkan lahir dari proses belajar mengajar di SMKPP, perguruan tinggi, maupun program-program lainnya. Memasuki era Industri 4.0, masyarakat pada umumnya dan generasi muda pertanian pada khususnya harus mulai memahami arti penting sistem digitalisasi. Persaingan yang ketat di tingkat global harus diimbangi dengan pola-pola pergerakan usaha baik itu usaha tani dan bisnis lainnya secara lebih efisien, lincah, dan produktif”, tegas Dedi didepan Direktur Polbangtan dan PEPI serta Kepala SMKPP dan seluruh peserta rakor.

Dedi juga menambahkan pembangunan pertanian masa depan akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet of things (IoT), big data, artificial intellegence (AI), human-machine interface, robotic, sensor, dan lainnya. Perkembangan ini menjadikan teknologi dan inovasinya sebagai modal utama dalam menarik generasi muda untuk menggeluti bidang pertanian, baik secara keilmuan ataupun praktek langsung di lapang.

Generasi milenial merupakan tulang punggung bagi keberlanjutan pertanian. “Hadirnya generasi milienial di pertanian saat ini adalah kekuatan bagi ketahanan pangan. Konsep merdeka belajar,  kampus merdeka bukan hal yang baru untuk Pendidikan vokasi pertanian. Kita tinggal meningkatkan penerapan konsep tersebut. Perluas kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri/dunia kerja serta lembaga terkait untuk penyesuaian kurikulum dan tempat praktek siswa”, tambah Dedi.
BPPSDMP pun melibatkan Duta Petani Milenial (DPM)/ Duta Petani Andalan (DPA) dalam meningkatkan kualitas serta kapasitas SDM pertanian. 

Salah satu DPM, Sandi Octa Susila menyatakan kesiapannya untuk menerima peserta didik vokasi pertanian untuk melakukan praktek lapang di perusahan yang ia pimpin. 

“Kami dengan tangan terbuka akan menerima adik-adik baik dari Polbangtan dan SMKPP untuk sharing pengalaman dan pengetahuan serta di perusahaan dan P4S kami”, ungkap Sandi. 

 

Komentar

You must login to comment...