Tingkatkan Produktivitas Padi, Kabupaten Majene Terapkan Jarwo 4:1
Friday, 26 March 2021 11:01 WIB
Foto: Kelompok Tani Sendana, Majene.
Radarsuara.com, Majene - Untuk mendukung program swasembada pangan, Kelompok Tani Sendana terus berupaya untuk dapat meningkatkan produktivitas lahan di wilayahnya. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan sistem Jarwo 4 : 1.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa tugas pertanian tidaklah ringan. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa masyarakat Indonesia. Pertanian harus menjaga ketahanan pangan. Oleh sebab itu, produktivitas pertanian harus digenjot.
"Dalam kondisi pandemi Covid-19, produksi pertanian menjadi hal yang sangat penting. Oleh sebab itu, petani dan penyuluh harus memastikan jika produksi terus berlangsung”, tegas Mentan SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga menambahkan bahwa dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah.
“Pertanian harus terus berproduksi untuk menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat dan penyuluh pertanian merupakan garda terdepan bagi pembangunan pertanian", tegas Dedi.
Upaya-upaya yang tengah dilakukan oleh Kelompok Tani Sendana untuk meningkatkan produktivitas padi diantaranya dengan menerapkan sistem jarwo 4 : 1. Teknik yang digunakan menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm, jarak tanaman pinggir 10 cm dan jarak antar lorong 40 cm serta menggunakan Varietas Mikongga.
Mulyadi selaku Penyuluh Pertanian Pendamping berharap banyak dengan sistem jarwo tersebut.
“Sistem jarwo untuk menjadikan sawah lebih produktif kini menuai hasil. Di bulan Maret ini seluas 95 Ha sawah yang terbagi dalam enam titik di WKPP Desa Sendana, yang selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan hasil panen, diperkirakan hasil panennya akan mencapai 7 ton per hektar”, ujar Mulyadi.
Saat melakukan kunjungan tatap muka pada Selasa (23/03/2021) Mulyadi mengatakan bahwa keuntungan lain dari sistem jarwo ini mempermudah dalam pemeliharaan termasuk sanitasi, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Mulyadi bersama-sama dengan Harni selaku Koordinator BPP Kecamatan Sendana melakukan pemantauan keadaan tanaman padi sawah yang sudah siap panen pada 6 titik tersebut.
Dengan pengubinan yang dilakukan, hasil panen padi di wilayah tersebut rata-rata memperoleh hasil ubinan 7,1 ton/ hektar. Harni mengharapkan agar panen setiap tahunnya, bisa 2 kali (IP 200), meski menyadari bahwa semua sawah yang ada di Desa Sendana adalah tadah hujan.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023