Pertanian dan Peternakan

Lindungi Petani, Kostratani di Banten Atasi Lahan Terdampak Banjir

Thursday, 04 February 2021 00:00 WIB
Foto: Penyuluh harus siap mendampingi petani dalam kondisi apapun, termasuk banjir dan longsor.

Radarsuara.com, Serang - Kementerian Pertanian (Kementan) dibawah komando Menteri Pertanian  (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya bahwa Kementerian Pertanian RI bergerak cepat merespons bencana di sejumlah provinsi seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi serta erupsi Gunung Merapi  yang terjadi baru-baru ini. "Semua sektor kehidupan terganggu akibat bencana alam, tak terkecuali sektor pertanian. Pertanian harus segera bangkit, karena harus menyediakan pangan bagi seluruh rakyat," pesan Mentan SYL.

Atas dasar itu Dedi Nursyamsi mengajak seluruh pihak tak terkecuali  penyuluh di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang terdampak bencana, tetap membangkitkan semangat petani yang terdampak banjir, gempa bumi dan tanah longsor. 

"Penyuluh harus siap mendampingi petani dalam kondisi apa pun. Kondisi normal maupun darurat bencana, seperti dialami saudara-saudara kita, khususnya petani di sejumlah wilayah terdampak bencana," kata Dedi 

Seperti yang terjadi di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten,  adanya lahan pertanaman yang terendam banjir mendorong mereka terus siaga dan mengantisipasi dampak dari banjir tersebut terhadap petani. Menanggapi kondisi yang terjadi, BPPSDMP dalam hal ini Kepala Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Kepala Pusat PPMKP Ciawi bersama  Kepala BPTP Banten, Kepala BBKP Soekarno Hatta selaku penanggung jawab Kostratani di kabupaten yang berada di Provinsi Banten melakukan tinjauan lahan yang terkena imbas bencana banjir (3/2). 

Kapusdiktan Idha Widi Arsanti menjelaskan lahan yang terkena banjir berada di Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Serang, Banten. ”Seluas 50 ha lahan persawahan padi di desa ini terendam banjir. Banjir di area ini sudah terjadi semenjak beberapa tahun terakhir, disebabkan adanya pendangkalan sungai Ciujung, yang merupakan saluran drainase lahan persawahan. Akibatnya, petani mengalami kerugian setidaknya berupa kehilangan 300 ton gabah”, ungkap Santi.
Santi pun menambahkan, sebagai langkah penanganan  Kementan berupaya  untuk melakukan normalisasi sungai. Akan tetapi karena adanya Covid-19, pengerjaannya sempat terhenti. Ditargetkan pada tahun 2023 normalisasi sungai Ciujung baru selesai. BPPSDMP, selaku penanggungjawab utama Kostratani Provinsi Banten akan melakukan upaya-upaya untuk mendorong percepatan normalisasi sungai Ciujung”, papar Santi.

Komentar

You must login to comment...