Pertanian dan Peternakan

Fokus pada Komoditas Kopi, Kementan Fasilitasi SMKPPN Tanjungsari

Friday, 26 February 2021 23:34 WIB
Foto: SMKPPN merupakan bentuk dukungan Kementan terhadap mutu dan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Radarsuara.com, Sumedang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan vokasi pertanian untuk mencetak sumberdaya manusia (SDM) yang professional, mandiri dan berdaya saing tinggi. Tidak hanya melalui Polbangtan ataupun SMKPP yang berada dibawah Kementan, namun juga pada 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) serta sejumlah SMK PP Binaan yang tersebar di seluruh Indonesia salah satunya SMKPPN Tanjung Sari.

Upaya dukungan diberikan oleh Kementan melalui BPPSDMP dengan pemberian bantuan alat praktik dan PWMP sejak tahun 2016 hingga 2020. Pemberian ini diberikan dengan alasan melihat fokus pendidikan SMKPPN Tanjungsari yang memiliki kesamaan dengan di Polbangtan Medan yakni komoditas kopi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. 

“Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada” ujar Mentan SYL.

Bahkan Mentan Juga menegaskan bicara pendidikan ke depan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. “Teori yang selama ini mendominasi pendidikan perlu diganti dengan praktik yang disinergikan dengan teori”, tegas Mentan.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa pendidikan vokasi saat ini berada di era yang baru. “Pendidikan vokasi menjadi jawaban karena sekarang tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktik. Kita fokus untuk menciptakan job creator  dan job seeker yang siap bekerja di dunia industri dan dunia usaha”, ungkap Dedi.

Kepala sekolah SMK PP N Tanjungsari, Elis Herawati menjelaskan bahwa sekolah yang ia pimpin memiliki  5 prodi yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terdiri dari 5 prodi yaitu (ATPH), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (ATHP), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR).   

Elis pun menambahkan, SMK PP N Tanjung Sari memilih kopi sebagai konsentrasi pada prodi agribisnis tanaman perkebunan. Bahkan peningkatan kualiatas serta Kerjasama dengan stakeholder kopi terus dilakukan untuk menjadikan SMK pelopor yang memiliki fokus pada komoditas kopi.

Komentar

You must login to comment...