Pertanian dan Peternakan

Tingkatkan Produksi, Poktan Tunas Muda Bungo Lakukan Penangkaran Benih Padi Inhibrida

Thursday, 04 March 2021 17:26 WIB
Foto: Tanaman padi, tanaman yang menjadi tumpuan di sektor pertanian.

Radarsuara.com, Jambi - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan berupaya meningkatkan produksi, diantaranya melalui penggunaan benih bermutu. Hal ini dilakukan karena sektor pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19, terutama dengan melemahnya ekonomi nasional.

"Sektor pertanian merupakan sektor yang eksis pada krisis apapun. Itu tandanya pertanian menjadi kekuatan suatu  negara. Karena makan tak bisa ditunda, makan tak bisa menunggu hari dan ini menjadi pekerjaan yang tidak akan pernah putus," ujar SYL. 

Sementara itu secara terpisah Rabu (03/03/2021) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan Kembali bahwa pandemi ini telah meluluh lantakkan seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian yang mempunyai tupoksi menyediakan pangan. Mulai dari sistem produksi hingga distribusi terganggu.

“Saat ini masih ada beberapa bahan pangan yang masih impor, namun pemerintah terus memikirkan agar Indonesia mampu menyediakan pangan sendiri dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sendiri”, urainya.

Benih tanaman merupakan salah satu sarana budidaya tanaman yang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu budidaya hasil tanaman yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Perbaikan perbenihan tanaman harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai dan berkesinambungan. Termasuk didalamnya bahwa perbenihan tanaman segala sesuatu yang berkaitan dengan pengadaan, pengelolaan maupun peredaran benih tanaman

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul padi di Kabupaten Bungo dilakukan dengan pengembangan penangkaran benih dan telah dilakukan oleh Kelompok Tani Tunas Muda.

Menurut Wenty Agustin selau Penyuluh Pertanian Lapangan, melakukan teknik tersebut sudah sesuai dengan rekomendasi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo. Dengan perlakuan dipertanaman sesuai dengan persyaratan serta ketentuan sertifikasi benih padi inhibrida. Kelompok Tani juga menyediakan tenaga kerja, pupuk dan saprodi lainnya selain benih untuk kebutuhan areal penangkaran.

Penangkaran benih padi inhibrida merupakan kegiatan perbanyakan benih padi inhibrida melalui serangkaian proses budidaya tanaman padi inhibrida pada hamparan dengan batas yang jelas dan tersertifikasi (diawasi, diperiksa dan diuji dalam rangka penerbitan sertifikat benih) sesuai dengan Permentan No.12/PERMENTAN/TP.020/4/2018 dan KEPMENTAN No. 991/HK.150/C/05/2018.

Lebih lanjut Wenty mengatakan, bahwa telah terjalin kerjasama antara Kelompok Tani Tunas Muda dengan PT. PERTANI (PERSERO) Cabang Jambi untuk menghasilkan calon benih padi inhibrida. Lokasi areal kerjasama penangkaran benih padi inhibrida terletak di Desa Lubuk Benteng Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Areal kerjasama penangkaran benih padi inhibrida seluas 30 ha. Jenis tanaman yang menjadi objek kerjasama penangkaran adalah padi inhibrida varietas Inpara 3 dengan jumlah calon benih padi inhibrida yang dihasilkan produksinya sebanyak 60 ton.

“Calon benih hasil kerjasama penangkaran benih padi inhibrida yang dihasilkan Kelompok Tani Tunas Muda harus memenuhi spesifikasi sesuai variannya, yaitu lulus sertifikasi lapangan minimal sebagai Benih Sebar (BR), CVL lapangan maksimal 0,2 %, kadar air tidak lebih dari 22% (MK), 27%(MH), dan kadar kotoran tidak lebih dari 4% (MK) 5% (MH) serta butir hijau tidak lebih dari 2%”, jelas Wenty.

Melalui kerjasama tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani akan benih bermutu dari varietas unggul oleh petani penangkar benih setempat dan juga kebutuhan benih padi di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, tutupnya.

Komentar

You must login to comment...