Kota Banjar Dukung Ketahanan Pangan dengan Hasil Panen yang Melimpah
Monday, 08 March 2021 20:21 WIB
Foto: Panen raya di kota Banjar dengan hasil yang melimpah.
Radarsuara.com, Kota Banjar - Lahan seluas 262 Ha yang berada di empat kecamatan Kota Banjar yaitu Kecamatan Purwaharja, Banjar, Pataruman dan Langensari pada Minggu (7/3/2021) sedang merasakan panen raya dengan hasil yang melimpah. Tentunya semua tak lepas dari dukungan yang serius dari para pendamping, khususnya para penyuluh pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dan berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional khususnya di Jawa Barat.
Sektor pertanian merupakan sektor yang eksis pada krisis apapun. Itu tandanya pertanian menjadi kekuatan negara. Karena makan tidak bisa ditunda dan makan tidak bisa menunggu hari dan ini menjadi pekerjaan yang tidak pernah putus.
“Sektor pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19, terutama dengan melemahnya ekonomi nasional. Di tengah kondisi ini, produksi pertanian harus tetap berjalan dengan baik. Untuk menjaga ketahanan pangan, kita harus mendapatkan hasil yang melimpah, ujar SYL.
Selain itu, SYL Kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional menjadi kunci utama dalam menghadapi masa krisis selanjutnya setelah wabah pandemi corona ini berakhir. Seluruh negara di dunia di masa pemulihan nanti akan mulai menyusun kekuatan pangannya masing-masing dengan meningkatkan produksi pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi atas keberhasilan panen tersebut. Semua tak lepas dari peran penyuluh pertanian yang menjadi garda terdepan pembangunan pertanian.
Dedi kembali menegaskan walaupun virus corona telah meluluhlantakkan semua aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian, namun pertanian tidak pernah berhenti. Pertanian mempunyai tupoksi menyediakan pangan, mulai dari sistem produksi hingga distribusi terganggu. Produksi pertanian harus terus berjalan untuk menyediakan pangan bagi 260 juta Indonesia.
Menurut informasi Isma selaku Kepala UPTD Dinas Pertanian Kota Banjar, bahwa Poktan Silih Asih I menggunakan varietas Inpari 32 produktivitas 8,2 ton/Ha, demikian juga untuk poktan Silih asih 2 menggunakan varietas Inpari 32 tetapi produktivitas 8,8 ton/Ha. Sedangkan Poktan Suka mekar menggunakan varietas Inpari 30 produktivitas 8,6 ton/Ha dan Poktan Sukamanah menggunakan varietas Inpari 30 juga produktivitas 8,0 ton/Ha.
Isma mengatakan, bahwa keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari campur tangan penyuluh pendampingnya juga yang selalu setia mendampingi petaninya.
Ella Nurmawati selaku Penyuluh Pertanian pendamping Kelompok Tani Silih Asih I merasa sangat senang karena walaupun di tengah pandemi, petani bisa panen dengan baik dan OPT saat ini relatif aman. Tiap poktan provitasnya 8,0-8, 8 ton per hektar, jika luas panennya 262 Ha, maka bisa menghasilkan gabah 2.096 ton-2.305,6 ton GKG
Yulia sebagai korwilbin Jabar membenarkan memang Ella termasuk penyuluh yang rajin, setia mendampingi petani dengan memberikan motivasi, sehingga tidak mengherankan kalau pernah memperoleh predikat penyuluh teladan di Jawa Barat.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023