Dorong Geliat Petani Milenial di Tanah Borneo, Kementan Jalin Sinergi
Tuesday, 09 March 2021 20:14 WIB
Foto: Acara Agriculture Open Room di Banjarbaru.
Radarsuara.com, Banjarbaru - Geliat regenerasi petani semakin terlihat di berbagai penjuru. Kiprah generasi muda dalam perkembangan sektor pertanian terus menunjukkan arah positif. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa Indonesia memerlukan pertanian nasional, terutama mengubah manajemen usaha.
"Transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Saya yakin di tangan generasi muda, pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai", tutur Mentan SYL.
Salah satu provinsi yang terus mengobarkan semangat generasi muda di sektor pertanian adalah Provinsi Kalimantan Selatan yang juga salah satu provinsi target program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Selaku penanggung jawab program YESS, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa rogram YESS merupakan salah satu program andalan Kementan Bersama IFAD dalam hal regenerasi petani. Program YESS akan meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. "Setelah mereka tertarik kita akan tingkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga mampu menjadi petani milennial atau wirausaha pertanian yang sukses. Kita buktikan bahwa pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif, dan menguntungkan, serta dapat menurunkan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi," tegas Dedi.
Untuk memastikan program YESS di tahun 2021 berjalan dengan baik, mewakili Kepala BPPSDMP, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian selaku Direktur Program YESS Idha Widi Arsanti bersama Project Manager Program YESS Inneke Kusumawaty melakukan koordinasi dengan stakeholder di tingkat provinsi dan kabupaten, seperti BBPP Binuang, BPTP, Balittra, PLUT Banjarbaru, dan DIT (District Implementation Team). “Sinergi antar stakeholder harus ditingkatkan, apalagi jika ada program pemerintah daerah yang selaras. Konsultan kami juga sudah melakukan studi terkait business motivation pathway di masing-masing daerah, jadi apa saja yang menjadi potensi bisnis di daerah tersebut dengan melihat komoditas-komoditas unggulannya,” ujar Santi.
Ia pun menambahkan adanya peluang sinergi antara program YESS dengan program program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut, yakni Gerakan Peningkatan Usaha Rakyat Melalui Kredit Tanpa Bunga dan Rente bagi Ekonomi Lemah (Gapura Karomah) sebagai akselerasi kewirausahaan CPCL program YESS.
Santi pun menegaskan bahwa program YESS juga hadir untuk meningkatkan peran BPP sebagai Kostratani yang memiliki 5 fungsi utama, yaitu pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. Selain itu, BPP juga difungsikan sebagai Business Development Service Provider (BDSP) Program YESS. “Jadi sebelum BPP melatih dan melayani CPCL, kita fasilitasi dulu, kita bangun SDM dan sarananya. Maka dari itu kemarin YESS memberikan bantuan peralatan IT untuk menunjang peran BPP,” jelas Santi.
Pada kesempatan yang sama Inneke Kusumawaty pun menegaskan peran P4S dalam program YESS sebagai BDSP. Salah satu P4S tersebut adalah P4S Patra Mandiri yang merupakan salah satu binaan BBPP Binuan. Tahun ini, P4S Patra Mandiri mendapatkan bantuan peralatan IT dari PPIU Kalimantan Selatan. “Kami mengharap bantuan ini dapat membantu kegiatan pelatihan di P4S. Penyampaian materi pelatihan bisa lebih mudah dilakukan menggunakan proyektor dan layar. Lalu bantuan modem juga membantu kami mengakses internet”, kata Inneke.
Tak lupa Direktur dan Project Manager YESS meninjau outlet SMK PP Banjarbaru selaku PPIU Kalimantan Selatan, yang merupakan tempat pemasaran produk-produk PWMP dari siswa. Beberapa produk olahan yang sudah dipasarkan dalam outlet tersebut adalah sayuran segar, frozen food, keripik, dan produk olahan lainnya, serta beberapa tanaman hias.
“Dalam waktu dekat akan ada Millenial Indonesian Agripreneur (MIA), kita akan melakukan penjualan online di sana. Jadi buat saja video-video singkat untuk mempromosikan produk-produk ini. Kita expose di sana,” pesan Inneke.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023