Jelang Ramadhan, Kementan Jaga Stok Pangan
Wednesday, 10 March 2021 15:50 WIB
Foto: Stok beras aman menjelang bulan Ramadhan.
Radarsuara.com -
Radarsuara.com, Tangerang - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pastikan stok pangan bahan pangan khususnya kebutuhan pokok seperti beras menjelang Ramadhan dan Idul Fitri masih dalam jumlah aman. Ia pun memastikan tak akan ada lagi kelangkaan sejumlah komoditas pangan. "Insyaallah ramadhan tidak akan ada lagi kelangkaan pangan, daging sapi, mudah-mudahan aman," ujar Syahrul dalam Rakernas Kemendag 2021 secara virtual beberapa waktu lalu.
Selaras dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, olah, dan panen.
“Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani. Kita pastikan stok pangan terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri aman,” papar Dedi.
Untuk memastikan stok pangan khususnya beras aman, BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian turun langsung untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang memastikan serapan gabah serta memeriksa kelancaran proses bisnis pengadaan/penyerapan gabah/beras mulai dari proses panen di petani sampai di penggilingan dan gudang.
Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menjelaskan hal ini dilakukan sebagai sikap Kementan pro terhadap petani untuk menjaga kestabilan harga akibat panen raya, sehingga dilakukan koordinasi agar bulog dan kostraling dapat menyerap gabah.
Pemantauan secara langsung dilakukan di Kostraling Gapoktan Karya Tani, Desa Waliwis, Kec Mekar Baru Milik Hj Sadeli. Di Gapoktan tersebut terdapat 70 petani dengan garapan seluas 80 ha. Selain itu, kapasitas gudang penyimpanan yang dimiliki sebesar 300-400 ton dengan penggilingan kurang lebih 6,5 ton per hari.
“Rata - rata serapan gabah per bulan sebesar 300 ton, kemudian petani dapat menjual beras rata-rata 200 ton. Gabah didapat dari petani anggota Gapoktan serta dari petani luar yakni karawang dan lampung, dalam satu hari gabah yang masuk sebanyak 10 ton, kemudian sebanyak 6 ton beras yang dijual” jelas Idha.
Pada kesempatan yang sama Aziz Gunawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Tangerang mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan diketahui musim panen baru akan dimulai di kabupaten Tangerang dengan harga gabah kering (GKP) masing relatif stabil.
“Proses serap gabah di Tangerang pun masih berjalan dengan normal. Disini terdapat 300 kostraling dengan total serapan 3000 ton perbulan, disamping itu bulog juga dapat melakukan serapan 1000 ton per bulan” ungkap Aziz.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023