Cerdaskan Generasi Muda, Kementan Tingkatkan Peran SMK Pertanian Pembangunan
Monday, 15 February 2021 22:37 WIB
Foto : Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti yang hadir saat membuka Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Vokasi Pertanian Tahun 2021 di Bogor (15/02/2021).
Radarsuara.com, Bogor - Tantangan pembangunan pertanian menuntut seluruh komponen di lingkungan pertanian untuk berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian strategis Kementerian Pertanian (Kementan).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meyakini bahwa generasi muda mampu mempercepat pencapaian tersebut.
Mentan pun mengapresiasi kredibilitas generasi muda di bidang pertanian yang semakin berkembang. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” kata Mentan Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Kementan memiliki target menyiapkan generasi muda pertanian yang terampil dan kompeten serta siap bekerja di dunia usaha/dunia industri (DUDI) maupun membuka lapangan kerja baru.
“Melalui Pendidikan vokasi diyakini dapat menselaraskan teori yang selama ini mendominasi pendidikan dengan praktik. Untuk itu BPPSDMP terus melakukan pembinaan dan pengembangan pendidikan menengah vokasi pertanian”, ujarnya.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti yang hadir saat membuka Koordinasi Teknis Pendidikan Menengah Vokasi Pertanian Tahun 2021 di Bogor (15/2) menegaskan bahwa saat ini terdapat 99 SMK-PP yang dibina oleh Kementan, sebagian besar diantaranya adalah SMK-PP milik pemerintah daerah atau yayasan.
“Dari jumlah tersebut, hanya 3 SMK-PP yang dimiliki dan dikelola langsung oleh Kementerian Pertanian, yaitu SMK-PP terdiri dari SMK-PP Sembawa (Sumatera Selatan), SMK-PP Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan SMK-PP Kupang (Nusa Tenggara Timur)", jelas Santi.
Dijelaskannya peran SMK-PP dalam mencerdaskan generasi muda pertanian cukup signifikan. Hingga saat ini, rata-rata 27.000 siswa menempuh pendidikan di SMK-PP dan setiap tahunnya mampu meluluskan rata-rata 9.000 siswa yang siap bekerja di dunia usaha/dunia industri atau menjadi wirausahawan muda pertanian.
Menurut Santi melalui kerjasama dan kemitraan yang baik dari sekolah dengan DUDI akan menghasilkan lulusan SMK-PP yang mampu diserap pasar kerja ditahun pertama setelah mereka lulus.
"Kita lahirkan lulusan Pendidikan Menengah vokasi pertanian yang handal dan mampu menyiapkan dan menjaga stok pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita bersama jaga stok pangan ditengah kondisi ini. Ditengah pandemi dan kriris kesehatan ini kita tidak boleh krisis pangan. Dan tugas kita untuk mewujudkan itu semua", tegas Santi.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023