Tingkatkan Hasil Produksi, Kabupaten Bengkayang Didorong Jadi Sentra Bawang Merah di Kalimantan Barat
Monday, 18 January 2021 17:12 WIB
Foto : Kepala BPTP Kalimantan Barat, Rustan Massina Saat Menghadiri Panen Demplot Bawang Merah Gapoktan Bina Maju Yang Berlokasi Di Desa Bengkilu, Kalimantan Barat.
Radarsuara.com, Kalimantan Barat - Dalam upaya meningkatkan hasil produksi bawang merah dan kebutuhan benih umbi bawang merah yang berkualitas di Kalimantan Barat, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat berkolaborasi dengan BPTP Balitbangtan Kalimantan Barat serta Dinas Pangan Pertanian Dan Perkebunan Kab. Bengkayang menginisiasi kegiatan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah di Kabupaten Bengkayang. Kabupaten Bengkayang adalah salah satu sentra penghasil bawang merah di Kalimantan Barat terutama di Kecamatan Tujuh Belas.
Pada Kamis (7/1/2021) telah dilaksanakan panen demplot bawang merah Gapoktan Bina Maju yang berlokasi di Desa Bengkilu Kec. Tujuh Belas Kab. Bengkayang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat Rustam Massinai, Manajer Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Barat Miftahul Huda, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kab Bengkayang Erlianus, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar Endang Kusumayanti, Kepala Desa Bengkilu, Koramil Kec. Tujuh Belas, penyuluh serta petani-petani anggota Gapoktan Bina Maju.
Manajer Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat Miftahul Huda mengatakan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi penyumbang inflasi. Harga bawang merah yang cenderung fluktuatif, salah satunya disebabkan karena terbatasnya benih umbi bawang merah yang berkualitas.
“Selama ini, penanaman bawang merah yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah yang diseleksi dari hasil panen. Bawang merah umumnya diproduksi dengan menggunakan umbi sebagai bahan tanam atau sumber benih,” ujarnya di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (7/01/2021).
Kebutuhan akan benih bawang merah yang bermutu secara kuantitas dan kualitas serta jumlah petani penangkar tanaman bawang merah masih sangat terbatas di Kalimantan Barat. Hampir mayoritas kebutuhan bawang merah konsumsi dan benih umbi bawang merah di Kalimantan Barat didatangkan dari luar Kalimantan Barat. Untuk mendatangkan benih umbi bawang merah petani di Kalimantan Barat masih harus mendatangkan benih umbi bawang dari luar Kalimantan Barat yang harganya relatif mahal karena tertambah dengan biaya pengiriman.
Salah satu cara untuk memecah masalah ketersediaan benih umbi bawang merah berkualitas tersebut adalah melalui inovasi teknologi budidaya bawang merah dan melakukan inisiasi penangkaran benih umbi bawang merah yang dilakukan langsung oleh petani setempat.
Kabupaten Bengkayang adalah salah satu sentra penghasil bawang merah di Kalimantan Barat terutama di Kecamatan Tujuh Belas. Kantor Perwakilan BI Kalimantan Barat bersama dengan BPTP Balitbangtan Kalimantan Barat telah melakukan kegiatan Program Sosial Bank Indonesia berupa Demplot dan Penangkaran Bawang Merah yang dilakukan di Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang pada tahun 2020.
Dalam upaya untuk meningkatkan hasil produksi bawang merah dan kebutuhan benih umbi bawang merah yang berkualitas pada tahun 2020 Kantor Perwakilan BI Kalimantan Barat bersama dengan BPTP Balitbangtan Kalimantan Barat menginisiasi berupa kegiatan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah yang melibatkan langsung para petani yang tergabung dalam Gapoktan Bina Maju.
Kegiatan demplot bawang merah ini mulai dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 s/d Januari 2021. Penanaman bawang merah dilakukan pada lahan demplot milik beberapa anggota Gapoktan Bina Maju Desa Bengkilu, Kec. Tujuh Belas, Kab. Bengkayang dengan luas total lahan 1 hektar. Adapun varietas bawang merah yang ditanam yaitu varietas Bima Brebes. Berdasarkan perhitungan secara ubinan, demplot bawang merah ini potensi produksi bisa mencapai 21 ton/ha umbi basah. Sedangkan, komponen teknologi yang diterapkan pada demplot bawang merah ini yaitu pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penggunaan mulsa dan perlakuan benih/proses penangkaran umbi dari hasil panen.
Dalam rangka pengembangan bawang merah dan menginisiasi petani penangkar bawang merah di Gapoktan Bina Maju. Diharapkan nantinya hasil produksi bawang merah selain bisa digunakan sebagian untuk konsumsi dan sebagian bisa ditangkar untuk dijadikan benih umbi bawang merah. Hal ini, dilakukan agar kedepannya para petani bisa memenuhi kebutuhan benih umbi bawang merah sendiri, tanpa harus mendatangkan dari luar Kalimantan Barat dan bisa menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai sentra pengahasil benih umbi bawang merah di Kalimantan Barat.
Penanaman bawang merah ini, menurut petani bawang merah Pak Sarjo, kendala utama yang dihadapi selama kegiatan ini yaitu tingginya curah hujan. Sehingga para petani kesulitan untuk mengeringkan umbi bawang merah hasil panen di bawah matahari. Sehingga, sangat diharapkan kedepannya bisa ada bantuan dari pemerintah untuk penyediaan mesin pengering.
Dalam sambutannya, Kepala BPTP Kalimantan Barat Rustan Massinai, sangat senang akan adanya kolaborasi antara BPTP Kalbar, Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Dinas Pertanian Prov. Kalbar, Dinas Pertanian Kab. Bengkayang serta stakeholder-stakeholder yang berada di Kec. Tujuh Belas khususnya di Desa Bengkilu. Beliau sangat mengapresiasi atas keberhasilan kegiatan ini sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para petani lainnya sekaligus diharapkan akan munculnya bibit-bibit petani muda yang akan melanjutkan pengembangan bawang merah di Kab. Bengkayang. BPTP Kalimantan Barat akan berusaha seoptimal mungkin mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Kalbar maupun Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Kalbar dalam hal penyediaan teknologi pertanian maupun pendampingan langsung.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023